oleh

Gegara Pil Koplo Seorang Pemuda Bonyok Digebuk

MATARAKYAT, SRAGEN | Pihak kepolisian mengungkap fakta baru terkait Kasus pengeroyokan dan penganiayaan sadis terhadap seorang karyawan swasta, Andrian Trunadi Pramudya (18) asal Perum Margoasri RT 31 oleh 6 pemuda di Desa Puro, Kecamatan Karangmalang, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah.

Berdasarkan data yang dihimpun, kasus pengeroyokan yang terjadi pada Sabtu (29/10/2017) pukul 20.00 WIB malam di depan kantor balai desa Puro, Karangmalang seperti termuat di laman Joglosemar.co selasa (31/10/2017) kemarin.

Fakta itu disampaikan Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman melalui Kapolsek Karangmalang, AKP Agus Irianto mengungkapkan “Pihak kami memang langsung mengamankan tiga dari enam pelaku pengeroyokan terhadap korban ATP (18).” ungkapnya

Lebih lanjut Kapolsek Karangmalang menguraikan “insiden pengeroyokan bermula ketika korban didatangi oleh dua orang temannya, Divan dan Bowo pada malam sesaat sebelum kejadian.”

“Oleh keduanya, korban kemudian diajak keluar di depan balai desa Puro. Ternyata di lokasi itu, sudah ada pelaku bersama tiga temannya. Tanpa basa-basi, korban langsung dikeroyok dan dipukuli berulang kali dengan tangan kosong secara bertubi-tubi oleh mereka.”

“Meski sempat berlari meminta bantuan ke rumah, namun dampak dari kejadian itu, terpaksa korban mendapatkan perawatan akibat mengalami luka memar cukup parah di beberapa bagian tubuhnya, ia mengalami luka pada mata sebelah kanan, pelipis kiri luka bekas rokok, memar pada pipi kiri dan bawah mata kanan, serta sempat mendapatkan perawatan.”

Berdasarkan hasil pemeriksaan, para pelaku pengeroyokan ternyata juga diketahui sangat dekat dengan obat-obatan terlarang. “Setelah kami telusuri, para pelaku itu ternyata juga sudah lama menggunakan pil koplo dan obat-obatan terlarang lainnya.”

Tiga dari enam pelaku yang diamankan itu masing-masing Angga Bagus Saputra (22), warga Gringsing RT 4, Poleng, Gesi, Rudiyansyah (20) warga Duyungan RT 6/7, Desa Jetak, Sidoharjo dan Candra Aji Pamungkas alias Mentok (21), warga Tlebengan RT 7, Sragen Tengah.

“Langkah tegas itu dilakukan lantaran tidak hanya terbukti menganiaya korban, para pelaku diketahui sudah meresahkan karena terlibat mengkonsumsi obat terlarang dan pil koplo.” paparnya

Lanjutnya “Penyebabnya ada salah paham yang diawali dari SMS. Indikasinya persoalan pacar. Hasil visum medis, luka korban cukup parah” ujarnya

Edho

Komentar

News Feed