oleh

Penangkap Ikan Dengan Bahan Peledak Tak Ada Ampun

MATARAKYAT-MAKASSAR | Focus Group Discussion yang di adakan oleh Direktorat Jenderal Pengawasan SumberDaya Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan, membahas  bahaya penggunaan bahan peledak dan racun sianida bagi ikan laut dan terumbu karang di Kantor Dinas Kelautan dan perikan Jl Baji Minasa , Rabu (1/11)

Pada Forum diskusi ini Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulael,  Sulkaf Latief mengungkapkan, sekarang penegakan hukum untuk destructive fishing sudah sangat penting, sulsel menjadi salah satu daerah rujukan terkait persoalan ini.

“Hari kami sudah berkomitmen mengenai destructive fishing gak ada lagi ampun” ungkap Sulkaf

Sementara itu, kepala Balai Besar Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Makassar, Sitti Chadidjah menjelaskan, diketahui bersama destructive fishing merupakan merupakan salah satu penangkapan yang menggunakan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan, merusak habitat lingkungan yang ada di perairan khususnya Indonesia

“Kemarin pada bulan juni dan juli di pulau karangrang di kabupaten Pangkep ditemukan adanya kegiatan penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan. Pada saat  di rilis di polda ada 14 orang oknum yang terkait penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan, alatnya itu dengan menggunakan bom dan pembiusan” ujar Sitti

Sitti Chadijah menambahkan, bahan-bahan bom dicampur dengan ramuan, bahan- bahannya itu di datangkan dari Malaysia, ada oknum terselubung yang menyuplai untuk di gunakan pada bom dan pembiusan dengan menggunakan cairan keras Sianida

Wilayah yang diindikasi melakukan banyak pemboman ikan dan pembiusan ikan dengan Sianida yaitu kepulauan pangkep pulau karanrang, Kepualauan Selayar dan Sinjai

Balai Besar Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Makassar akan melakukan sosialiasi ke masyarakat nelayan mengenai penggunaan penangkapan yang tidak sesuai dengan ketentuan, dengan bahan kimia dan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan (Noya)

Komentar

News Feed