oleh

Nyawa Buruh Terancam, Pelaksana Lapangan RS labuang Baji Terkesan “Cuek”

Matarakyat| Makassar- Rehab Gedung Perawatan anak RS Labuang Baji di sorot oleh Lembaga Swadaya Masyarakat pasalnya pihak pelaksana proyek diduga melakukan pembiaran kepada para pekerja.

Dimana pada saat pemasangan cor tiang beton lantai dua terlihat jelas para pekerja tidak memakai Safety Belt (Keselamatan kerja). Pertanyaanya koq kontraktor terlihat ” Acuh tak acuh”?

Hasil data yang dihimpun Matarkayta.com diketahui  Rehabilitasi gedung perawatan anak instalasi gizi dan instalasi laundry, Nomor kontrak 07/Kontrak-CCSD/RSULB/VIII/2017 dengan nilai kontrak Rp.9.561.672.000 bersumber dari APBD dengan jangka waktu pelaksanaan 120 hari kalender,  dikerjakan oleh Kontraktor pelaksana PT. CUCU WALI PERKASA. Tapi nyatanya dilapangan konsultan pengawas serta PPTK disinyalir bermain mata dengan pihak kontraktor. Pasalnya mereka terkesan “cuek” dengan nasib para pekerja.

Kalau mengacu dalam kontrak serta persyaratan sebelum memasukkan penawaran, seharusnya pihak pelaksana (Kontraktor) melengkapi para pekerja dengan K3 apalagi kalau dilihat cara kerjanya sangat membahayakan nyawa manusia, soalnya mereka bekerja diatas ketinggian.

Tonton video pada saat buruh lagi bekerja dilantai 2 RS Labuang Baji:

Agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seharusnya pengawas serta PPTK menegur pihak pelaksana untuk mewajibkan para pekerja untuk memakai K3.

” Pelaksana lapangan, konsultan pengawas  serta pejabat pelaksana teknis kegiatan (PPTK ) dapat mencermati Undang-undang No.13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan, Undang-Undang No.1 tahun 1970 dan No.23 tahun 1992 tentang mengatur mengenai Keselamatan dan Kesehatan Kerja”.

Hingga berita ini ditayangkan pihak PPTK RS Labuang Baji belum dapat dikonfirmasi awak media.

Sama halnya pihak pelaksana lapangan belum dapat dikonfirmasi karena tidak berada di lokasi proyek.

Direksi keet Rehabilitasi RS Labuang Baji (foto.icky)

Masyarakat bertanya-tanya apa tugas TP4D dalam melakukan pengawasan dilapangan ?, pasalnya terlihat jelas di depan direksi keet terpajang baliho yang bertuliskan pelaksanaan kegiatan didampingi oleh TIM TP4D kejaksaan Prov Sulsel.

Apa bila terjadi sesuatu pada para pekerja dilapangan lantas siapa yang akan bertanggung jawab?
Laporan :TIM

Komentar

News Feed