oleh

Tim Direktorat TPN Bareskrim Bongkar Sindikat Liquid Narkoba

MATARAKYAT, JAKARTA | Terbongkarnya sindikat Liquid Narkoba yang dicampur ke cairan Rokok Elektrik di Jakarta, setidaknya MGL, SS, ASD, VAZ dan AF. Ke Lima tersangka ditangkap dalam waktu yang berbeda, mereka pun memiliki peran yang berbeda-beda. Sindikat ini juga disebut-sebut memproduksi Tembakau Gorilla. Kamis (02/11/17).

Dalam jumpa pers yang dilaksanakan pada (1/11/17) kemarin, Wakil Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Kombes John Turman Panjaitan, menjelaskan. Hal ini bermula pada 28 September lalu, saat Tim Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri bekerjasama dengan Tim Bea dan Cukai Bandara Soekarno Hatta melakukan pengecekan terhadap sebuah paket berisi 300 gram serbuk putih. Serbuk tersebut positif mengandung narkotika. Sindikat ini juga memproduksi Tembakau Gorilla.

Kemudian pada tanggal 26 Oktober, Tim meringkus MGL di Bali, awalnya terdeteksi oleh Tim dari Direktorat Narkoba Bareskrim Polri, ia mengedarkan Liquid tersebut pada masyarakat. Kemudian SS, ia adalah penerima paket yang dikirim dari Belanda. Selanjutnya ASD, ia diakui sebagai pemilik kiriman yang kemudian menyuruh SS untuk mengambil kiriman paket tersebut. ASD di bekuk dirumahnya di wilayah Jakarta Selatan.

Berdasarkan interogasi, ASD mengaku serbuk tersebut merupakan bahan baku yang diimpor dari Shanghai. Rencananya serbuk tersebut akan diolah oleh VAZ dan AF dengan tembakau dan cairan liquid, sehingga menghasilkan tembakau narkotika dan liquid vape narkotika.

Tim juga berhasil menangkap VAZ di kediamannya di daerah Jakarta Timur dan menyita 1094 gram serbuk coklat diduga mengandung Narkotika. Selanjutnya, tim juga menangkap AF di rumahnya di wilayah Jakarta Selatan dan menyita 550 gram tembakau dan peralatan untuk memproduksi tembakau narkotika.

John mengatakan, “Pada awalnya tim dari Direktorat Narkoba Bareskrim Polri mendeteksi seorang berinisial MGL yang mengedarkan liquid tersebut di masyarakat. Polisi pun menyamar dengan berpura-pura sebagai pembeli dan menghubungi MGL. Tim yang menyamar membeli 4140 ml Liquid Dvtch Amsterdam dengan berbagai rasa.”

Tim juga langsung berkoordinasi dengan pihak Bea Cukai usai pembelian dilakukan. Beberapa hari setelah pemesanan, tim pun mendapat kabar dari Bea Cukai Soekarno Hatta bahwa ada paket berisi liquid yang dikirim dari Belanda.

Paket tersebut langsung diserahkan pihak Bea Cukai kepada tim dan dibawa ke Kantor Direktorat Narkoba Bareskrim Polri untuk dilakukan penelitian. Hasilnya, dalam Liquid itu memang terdapat narkoba jenis Cannabinoid.

“Ketika diinterogasi, MGL mengakui telah menjadi perantara jual beli liquid vape merk dvtch,” ucap John.Seperti dikutip dari media kompas

Dak ketika dirumah ASD, “Di sana, tim menyita antara lain 58 gram tembakau, cairan untuk liquid vape dan neraca” ucap John.

Atas tindakannya, keempat tersangka dikenakan pasal 114 ayat 2 jo pasal 132 ayat 1 subsidair pasal 113 ayat 2 jo pasal 132 ayat 1 lebih subsidair pasal 112 ayat 2 jo pasal 132 ayat 1 UU No 34 tahun 2009 tentang narkotika.

Penulis: Edho

Komentar

News Feed