oleh

Didepan Wartawan, JK Optimis Prospek Ekonomi Indonesia Lebih Baik

Matarakyat| JAKARTA — Situasi ekonomi dan politik dalam negeri yang stabil serta harapan membaiknya situasi ekonomi dunia yang ditandai dengan naiknya harga sejumlah komoditi dunia seperti batu bara, sawit, dan komoditi lain yang menguntungkan Indonesia.

Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla optimis bahwa ekonomi Indonesia akan tumbuh lebih baik tahun depan dibanding tahun ini.

Keyakinanannya , Wapres Jusuf Kalla saat iya menyampaikan dalam keynote speech pada breakfast meeting Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di Hotel Arya Duta, Jakarta, seperti yang ditulis wapresri.go.id, Kamis (2/11/2017) .

“Harapan kita (untuk ekonomi) tahun depan, saya lebih optimis”, ujarnya meyakinkan. Di Acara yang bertema Prospek Ekonomi Indonesia 2018 itu, Wapres mengungkapkan bahwa ekonomi Indonesia tumbuh pada tingkat menengah dan stabil. Upaya menjaga stabilitas ekonomi dilakukan dengan pembangunan prasarana, peningkatan produktivitas, perbaikan birokrasi, perbaikan mutu pendidikan dengan skill, dan pemberantasan korupsi.

Sementara stabilitas dibidang politik dapat terjaga dengan sistem perpolitikan Indonesia yang memiliki kekhasan dan berbeda dengan negara lain. Di Indonesia, perbedaan pandangan politik tidak menimbulkan sentimen politik yang besar sehingga tidak menutup kemungkinan untuk saling bekerja sama.

“Diantara negara-negara apakah itu yang besar penduduknya ataupun yang besar (penduduk) Islamnya, (Indonesia) jauh lebih stabil dibanding negara-negara di  Timur Tengah dan lebih stabil di antara negara-negara di ASEAN sendiri”, ungkapnya.

Wapres JK menambahkan, perlunya menciptakan iklim investasi yang kondusif. Belajar dari pengalaman negara lain, negara
kaya minyak dan gas seperti Venezuela sekarang ini menjadi negara yang sangat terpuruk karena terlalu boros menghabiskan sumber daya alamnya.

Negara ini kesulitan mendapatkan modal asing akibat tindakannya dahulu yang terburu-buru melakukan divestasi. Oleh karena itu, menjaga kepercayaan investor sangat penting karena investasi sangat dibutuhkan untuk membiayai pembangunan.

“Tidak ada cara lain untuk memberikan kemajuan selain mendorong investasi baik dari dalam maupun dari luar”, tegasnya. Untuk itu, Wapres JK menyebut harapan ini tentu peran media sangat dibutuhkan — untuk mendorong optimisme-optimisme yang dimiliki Indonesia melalui penyampaian pesan positif dan logis kepada masyarakat.

“PWI supaya memberikan optimisme kepada bangsa ini sehingga tidak terkesan masalah kecil merupakan masalah besar yang mengkhawatirkan”, pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua PWI Margiono selaku Ketua Panitia melaporkan bahwa pertemuan ini dihadiri sekitar 200 orang peserta yang berasal dari berbagai laatar belakang antara lain pengusaha, pakar, pers, pemimpin redaksi, dan dewan pengurus PWI. Selain itu, turut hadir Kepala Sekretariat Wakil Presiden Mohamad Oemar, Staf Khusus Wakil Presiden Bidang Komunikasi dan informasi Husain Abdullah, Staf Khusus Wakil Presiden Bidang Penanggulangan Kemiskinan dan Otonomi Daerah Syahrul Udjud, dan Tim Ahli Wakil Presiden  Sofjan Wanandi . (*)

Penulis : Nasri Aboe/JOIN.

JAKARTA — Situasi ekonomi dan politik dalam negeri yang stabil serta harapan membaiknya situasi ekonomi dunia yang ditandai dengan naiknya harga sejumlah komoditi dunia seperti batu bara, sawit, dan komoditi lain yang menguntungkan Indonesia.

Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla optimis bahwa ekonomi Indonesia akan tumbuh lebih baik tahun depan dibanding tahun ini.

Keyakinanannya , Wapres Jusuf Kalla saat iya menyampaikan dalam keynote speech pada breakfast meeting Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di Hotel Arya Duta, Jakarta, seperti yang ditulis wapresri.go.id, Kamis (2/11/2017) .

“Harapan kita (untuk ekonomi) tahun depan, saya lebih optimis”, ujarnya meyakinkan. Di Acara yang bertema Prospek Ekonomi Indonesia 2018 itu, Wapres mengungkapkan bahwa ekonomi Indonesia tumbuh pada tingkat menengah dan stabil. Upaya menjaga stabilitas ekonomi dilakukan dengan pembangunan prasarana, peningkatan produktivitas, perbaikan birokrasi, perbaikan mutu pendidikan dengan skill, dan pemberantasan korupsi.

Sementara stabilitas dibidang politik dapat terjaga dengan sistem perpolitikan Indonesia yang memiliki kekhasan dan berbeda dengan negara lain. Di Indonesia, perbedaan pandangan politik tidak menimbulkan sentimen politik yang besar sehingga tidak menutup kemungkinan untuk saling bekerja sama.

“Diantara negara-negara apakah itu yang besar penduduknya ataupun yang besar (penduduk) Islamnya, (Indonesia) jauh lebih stabil dibanding negara-negara di  Timur Tengah dan lebih stabil di antara negara-negara di ASEAN sendiri”, ungkapnya.

Wapres JK menambahkan, perlunya menciptakan iklim investasi yang kondusif. Belajar dari pengalaman negara lain, negara
kaya minyak dan gas seperti Venezuela sekarang ini menjadi negara yang sangat terpuruk karena terlalu boros menghabiskan sumber daya alamnya.

Negara ini kesulitan mendapatkan modal asing akibat tindakannya dahulu yang terburu-buru melakukan divestasi. Oleh karena itu, menjaga kepercayaan investor sangat penting karena investasi sangat dibutuhkan untuk membiayai pembangunan.

“Tidak ada cara lain untuk memberikan kemajuan selain mendorong investasi baik dari dalam maupun dari luar”, tegasnya. Untuk itu, Wapres JK menyebut harapan ini tentu peran media sangat dibutuhkan — untuk mendorong optimisme-optimisme yang dimiliki Indonesia melalui penyampaian pesan positif dan logis kepada masyarakat.

“PWI supaya memberikan optimisme kepada bangsa ini sehingga tidak terkesan masalah kecil merupakan masalah besar yang mengkhawatirkan”, pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua PWI Margiono selaku Ketua Panitia melaporkan bahwa pertemuan ini dihadiri sekitar 200 orang peserta yang berasal dari berbagai laatar belakang antara lain pengusaha, pakar, pers, pemimpin redaksi, dan dewan pengurus PWI. Selain itu, turut hadir Kepala Sekretariat Wakil Presiden Mohamad Oemar, Staf Khusus Wakil Presiden Bidang Komunikasi dan informasi Husain Abdullah, Staf Khusus Wakil Presiden Bidang Penanggulangan Kemiskinan dan Otonomi Daerah Syahrul Udjud, dan Tim Ahli Wakil Presiden  Sofjan Wanandi . (*)

Penulis : Nasri Aboe/JOIN.

Komentar

News Feed