oleh

Sebar Pornografi, Pelaku Ditelingkun Satgas Cyber Polri

MATARAKYAT, JAKARTA | Taufik Gani (22) penyebar konten pornografi sesama jenis (gay) dan ujaran kebencian melalui media sosial ditangkap Tim Satgas Patroli Siber Bareskrim Polri.

Ketua Tim Tindak Satgasus Patroli Siber Bareskrim Polri AKBP Susatyo Purnomo Condro mengatakan, modus operandi pelaku dalam menjaring korbannya dengan cara mempublikasikan keberadaannya serta nomor teleponnya di media sosial.

“Dia dengan sengaja menyebarkan nomor WhatsApp serta memberi tahukan keberadaannya kepada netizen untuk mengajak berhubungan,” kata Susatyo di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Jum’at (3/11).

Susatyo menuturkan, pelaku yang telah ditangkap di pusat perbelanjaan Sarinah, Jakarta Pusat pada selasa 31 Oktober malam itu selain mengajak warganet untuk melakukan hubungan sesama jenis, ia juga mengunggah foto-foto dan konten berbau asusila di akun media sosial miliknya.

“Follower instagram pelaku ada 1.976 follower, sementara Facebooknya ada 39.950 follower. Bisa dibayangkan ada puluhan ribu orang yang melihat postingan asusila dari yang bersangkutan,” katanya.

Selain itu, pelaku juga melakukan tindakan ujaran kebencian di akun media sosialnya. Sasarannya adalah pejabat-pejabat publik dan artis. “Di antaranya ada Ayu Ting Ting dan Presiden Joko Widodo,” ujar Susatyo seperti yang dikutip dari laman kumparan.com.

Dalam jumpa pers tersebut turut ditampilkan sejumlah barang bukti, yakni hasil print laman Facebook dan Instagram yang berisikan konten pornografi pria, satu kotak berisi uang rupiah dalam berbagai pecahan, kartu ATM, hingga koin kuno asal China. Rupanya, tersangka adalah kolektor uang koin kuno yang berasal dari China.

Saat ini, pelaku tengah menjalani perawatan di RS Polri. Karena pada saat penangkapan, yang bersangkutan sempat mengeluh kesakitan dan berteriak-teriak mengaku menderita HIV.

Adapun pasal yang dilanggar pelaku adalah Pasal 29 Undang-Undang No. 44 tahun 2008 tentang Pornografi, Pasal 45 ayat (1) dan Pasal 45A ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. (Edho)

Komentar

News Feed