oleh

DAK 10 Milyar Ditilep, Kejati Sumut Tahan 10 Direktur Perusahaan

Matarakyat| MEDAN. Telah final Kasus dugaan korupsi Perkerasaan Beton semen(Rigid Beton) yang sempat menjadi perhatian publik mulai ada titik terang.

Tim penyidik Tindak Pidana khusus Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara yang diketuai oleh Tumpal Hasibuan SH.MH, menyimpulkan harus menahan 10 orang Direktur Perusahaan, mereka disinyalir merugikan keuangan pada kegiatan peningkatan proyek dari Hotmix menjadi perkerasan beton semen (rigid beton) dipemerintahan kota Sibolga.

Adapun penahanan terhadap 10 Direktur sesuai Surat perintah Penahanan oleh Kepala Kejaksaan Tinggi sumut DR.Bambang Sugeng Rukmono selama 20 hari kedepan di Lembaga Pemasyarakatan (LP) tanjung gusta medan.

Informasi yang disampaikan Humas Kejatisu, Sumanggar Siagian, SH kepada awak media, bahwa ke 10 Direktur Perusahaan tersebut harus dilakukan penahanan dguna melakukan pemeriksaan Yuridis atas dugaan korupsi kegiatan peningkatan Hotmix menjadi Perkerasaan Beton semen (Rigid Beton) yang bersumber dari Dana Alokasi khusus (DAK) tambahan Usulan Daerah (UD) yang telah tertuang Dalam DIPA Dinas Pekerjaan Umum (PU) kota Sibolga tahun anggaran 2015, dengan nilai kurang lebih 65 miliar dalam pelaksanaan kegiatan proyek tersebut terdapat  13 kontrak yang dtenggarai merugikan keuangan negara.

Sesuai dengan hasil audit BPK RI bahwa perhitungan kerugian keuangan negara sebesar 10 Milyar dengan Alokasi dana dari APBD TA 2015 lalu, sebesar 65 Milyar.

Adapun 10 Direktur Perusahaan  yang telah ditetapkan untuk ditahan yaitu Jamaluddin Tanjung Direktur PT. Barus Raya Putra Sejati, Ivan Mirza Direktur PT.Enim Resco Utama, Yusrilsyah Direkt PT. Suakarsa Tunggal, Pier Ferdinan Siregar Dirkt PT. Arsifa, Mahmuddin Waruwu Dirkt PT. Andhika Putra Perdana, Erwin Daniel Hutagalung Dirkt PT. Gamos Multi Generalle,  Hobby S.Sibagariang Dirt PT. Bukit Zaitun dan Gusmadi Simamora Dirk Andhika Putra Perdana, Harisman Simatupang Wadir CV. Pandan Indah serta  Batahansyah Sinaga Dirkt VIII CV. Pandan Indah (PR)

 

Komentar

News Feed