oleh

Ada Apa Dana Proyek Sudah Cair 30 Persen, Ditender Ulang ?

Matarakyat| JAKARTA — Main mata atau kongkalikon untuk mendapatkan sesuatu pekerjaan proyek bernilai Rp 6 miliar lebih yang bisa saja sudah terjadi conspiracy antara rekanan , dengan penyelenggaran proyek suatu agar bisa berjalan mulus.

Dugaan ini terungkap di Proyek Pasar Cibaliung yang dimenangkan rekanan dengan dugaan menggunakan dukumen palsu.

Lucunya lagi, setelah proyek ini berjalan 20 persen dibatalkan lalu di tender ulang, oleh panitia di tender , sehingga menimbulkan sorotan publik lewat LSM, Minggu (5/11) setempat.

Bahkan seperti yang dilansir Berita buana.co (JOIN Group) kemarin, begitu tercium pemenang pertama sudah mengerjakan proyek itu sekitar 20 persen, tiba-tiba ditender ulang.

Tender ulang , yang dibenarkan Kepala Unit Layanan Pengadaan (ULP) Pandeglang, Asep Rahmat bila pembangunan Pasar Rakyat Cibaliung senilai Rp 6,4 miliar dilelang ulang, karena pemenang lelangnya mengundurkan diri.‎ ” Karena rekanan pemenang , mengundurkan diri , hingga dilakukan tender ulang,” kata Asep Rahmad, saat di buruh pertanyaan sejumlah LSM , Minggu (5/11/2017).

Fogo proyek pekerjaan sekitar 20 persen, tiba-tiba ditender ulang.(Nasran)

Meski Asep Rahmat, kepada media setempat mengatakan adanya pengunduran rekanan tidak
Kaitannya dengan sorotan kelengkapan (dokumen palsu) hingga mengundurkan diri.

Sayang Kepala Unit Layanan Pengadaan (ULP) Pandeglang, Asep Rahmat ini tidak berani menyinggung adanya sanksi kepada rekanan mundur, yang sudah menerima uang buka 30 persen itu dikembalikan dan kenapa harus tender ulang yang seharusnya dilakukan penunjukan kepada pemenang kedua. ” Tapi bukan dilakukan pelelangan ulang”.

Sementara bila terbukti Rekanan pemenang pertama (yang sudah mundur itu) ada kaitan dengan dokumen yang di duga palsu , itu bukan kesalahan itu hanya kepada rekanan akan tetapi, juga kesalahan penuh ada di Unit Layanan Pengadaan (ULP) .

Namun pembelahan Asep Rahmat, hanya mengakui bila hal ini sudah dikoordinasikan dengan SKPD terkait yaitu Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Energi Sumber Daya Mineral.

Baca juga:

Masalah kenapa rekanan pemenang pertama mundur ? Asep Rahmat hanya menjawab , ” Untuk jelasnya masalah ini silakan tanya ke PPK di SKPD yang punya pekerjaan “.

Lantas apa komentar Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Proyek Pembangunan Pasar Rakyat Cibaliung Zainal kepada wartawan , “ Wah kok jadi bola panasnya ke saya ” kata Zaenal PPK Pembangunan pasar rakyat Cibaliung, meski ia membenarkan tender ulang dilakukan karena ada rekomendasi dari ULP dan inspektorat. Tapi, dia tak berani mengantre kelainan proses tender dari awal bisa dimasuki rana hukum karena meloloskan rekanan yang diduga memiliki dokumen dilansir palsu.

Terpisah, Ketua LSM Kobar Joseph Hutabarat SH. MH, mengatakan, Lelang ulang dilakukan akibat proses lelang tahap awal yang mengunakan dana APBN, pemenag lelang tahap pertama mengundurkan diri dikarnakan ada indikasi mengunakan dokumen palsu. jika tidak lantaran itu lantas kenapa perusahaan itu mengundurkan diri ?! Panitia ULP harus bisa menjelaskan hal tersebut

Sekedar diketahui data di ULP, pagu dan HPS kegiatan pengadaan barang dan jasa proyek Pasar Cibaliung sebesar Rp 6.442.777.000,00. Perusahaan pemenang lelang melakukan penawarannya diangka Rp 6.157.333.000,00. .

Dengan tegas Ketua LSM Kobar Joseph Hutabarat SH. MH, menyebut terjadi tender ulah , karena ada indikasi antara panitia lelang dengan pengusaha pemenag lelang pertama itu, kongkalikong. Akibat keterlambatan proyek dengan anggaran APBN, dipastikan dapat merugikan keuangan negara dalam hal ini Pemerintah Kabupaten Pandeglang, dan masyarakat .(*) .

Diulas : Nasri Aboe/JOIN

Komentar

News Feed