oleh

Sempat Dilaporkan ke KPK, Apa Kabar Kasus CPI?

Matarakyat| Makassar — Direktur Lembaga Peduli Sosial Ekonomi Budaya dan Hukum (LP-Sibuk), Djusman AR, mempertanyakan kelanjutan
penanganan kasus megaproyek Center Point of Indonesia (CPI)
yang terkesan jalan di tempat. LP Sibuk menagih komitmen
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam menuntaskan kasus
yang menjadi atensi publik tersebut.

Kasus megaproyek CPI secara resmi telah ditangani KPK sejak
April 2016, menyusul laporan dari Koalisi Masyarakat Anti-
Korupsi (KMAK). Koalisi yang terdiri dari beberapa lembaga,
seperti Kopel Indonesia, LP-Sibuk, Aliansi Selamatkan Pesisir dan lainnya itu bahkan melaporkan Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, yang dianggap turut bertanggungjawab.

“Kami menagih perkembangan lanjutan kasus CPI di KPK. Sudah
sejauh mana penanganan kasus CPI? Jangan sampai kasus ini
malah didiamkan,” kata Djusman, Sabtu, 4 November..

Hingga kini, Djusman menuturkan kinerja KPK dalam kasus CPI
belum terlihat secara gamblang. Hanya diketahui publik bahwa
penyidik KPK pernah menyambangi Kantor Gubernur Sulsel pada akhir Maret 2017. Kala itu, sempat diberitakan penyidik lembaga
anti-rasuah melakukan penggeledahan, tapi belakangan dibantah. KPK sebatas mengumpulkan data terkait kasus CPI.

Sebelumnya, Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang, membenarkan
adanya pengumpulan data terkait penuntasan kasus CPI di Kantor
Gubernur Sulsel pada akhir Maret lalu. KPK disebutnya masih
terus mendalami kasus tersebut. “KPK enggak boleh gegabah, KPK enggak boleh SP3 makanya dalam mempelajari sesuatu itu
berulang-ulang datang,” singkatnya.

Kasus CPI diketahui sedari dulu menuai penolakan dari berbagai
pihak. Tidak hanya dilaporkan ke KPK, megaproyek tersebut juga
sudah diadukan ke Ombudsman RI. Megaproyek CPI dilaporkan
karena terindikasi merugikan negara hingga triliunan rupiah sejak dimulai pada 2009. (*)

Djusman AR +6285242102030

Komentar

News Feed