oleh

Viral! Baru Terbentuk, 11 Pangeran , Empat Menteri Arab Saudi di Tangkap

Baru Terbentuk, 11 Pangeran , Empat Menteri Arab Saudi di Tangkap.

ARAB SAUDI — Meskipun Komite Antikorupsi (KPK) Kerajaan Arab Saudi yang baru saja terbentuk di hari yang sama, langsung viral karena 11 Pangeran dan empat menteri langsung di tangkap.

Kejadian ini tentu saja berbagai ragam spekulasi bermunculan kejadian di negara kaya minyak ini.

Berbagai spekulasi muncul atas penangkapan sebelas pangeran, empat menteri yang sedang menjabat, dan puluhan mantan menteri di Arab Saudi , seperti yang dilansir kumparan.com (06 Nov. 2017) prihal penangkapan itu, Sabtu (4/11) malam waktu setempat.

Penangkapan yang dilakukan oleh Komite Antikorupsi yang baru saja terbentuk di hari yang sama , tentu menimbulkan pertanyaan Publik, bertanya-tanya, terlibat korupsi apa puluhan orang itu, mengapa begitu cepat Komite Antikorupsi Saudi menangkap banyak orang, apakah benar ada bukti-bukti korupsi pada mereka, ataukah justru ada akal bulus di balik aksi penangkapan besar-besaran itu.

Komite Antikorupsi sendiri terbentuk secara sah berdasarkan Dekrit Kerajaan yang dikeluarkan pada hari Sabtu itu. Saat mengeluarkan dekrit, Raja Salman bin Abdulaziz mengatakan bahwa pembentukan komite bertujuan untuk menghapus tingginya masalah korupsi di Negeri Minyak itu.

Komite Antikorupsi ini dipimpin langsung oleh Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MbS).

Sebelumnya MbS pernah mengatakan, ia semakin khawatir terhadap masalah korupsi di negerinya.

Di samping adanya klaim tujuan mulia, yakni memberantas korupsi di Saudi, ada pula dugaan bahwa penangkapan besar-besaran itu merupakan upaya untuk mengonsolidasi kekuatan sang Putra Mahkota demi memuluskan jalannya untuk menjadi Raja selanjutnya.

MbS merupakan anak kesayangan Raja Salman. Ia diangkat menjadi Menteri Pertahanan Kerajaan Arab Saudi pada 21 Januari 2015, setelah sang ayah naik takhta jadi raja. Dua tahun kemudian, pada 21 Juni 2017, ia diangkat menjadi Putera Mahkota menggantikan Muhammad bin Nayef yang dilucuti dari semua jabatan pemerintahan.

Sejak memperoleh berbagai jabatan tinggi tersebut, millenial pertama yang menjadi Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi itu pun mulai memiliki suara dominan dalam mempengaruhi kebijakan-kebijakan militer, luar negeri, ekonomi, dan sosial negaranya.

Hal inilah yang kemudian menimbulkan gunjingan ketidakpuasan di dalam keluarga kerajaan. Sebabnya, lelaki 32 tahun itu dianggap telah mengumpulkan terlalu banyak kekuatan pribadi di usia yang masih sangat muda.

Mohammed bin Salman bersama anggota kerajaan
MbS yang selama ini dikenal sebagai penasihat khusus Raja Salman semakin memiliki kekuatan besar dengan kewenangannya sebagai Ketua Komite Antikorupsi.

Komite itu, juga dilansir Al Arabiya, memiliki kuasa untuk menyelidiki, menangkap, melarang melakukan perjalanan, ataupun membekukan aset siapa pun yang dianggap korup.

Sementara koran terkemuka di Amerika – New York Times menyebut , bandar udara pesawat pribadi di Saudi telah ditutup. Penutupan itu menimbulkan spekulasi bahwa sang Putra Mahkota tengah berusaha untuk menghalangi orang-orang yang mungkin melarikan diri. Ia diprediksi akan melakukan penangkapan lebih banyak lagi.

Tak hanya bandara untuk pesawat pribadi, disebutkan pula adanya pengamanan dan evakuasi di Hotel Ritz Carlton di Riyadh sehingga menimbulkan spekulasi bahwa hotel itulah yang digunakan sebagai tempat penahanan para pangeran dan menteri yang ditangkap pada Sabtu malam itu.

Melihat kekuasaan dan kebijakan yang diambil MbS, sebagian pihak menilai dia orang yang kurang ajar, haus kekuasaan, dan tidak berpengalaman. Mereka membencinya karena Putra Mahkota itu mampu melewati saudara-saudaranya yang lebih tua dan memusatkan begitu banyak kekuatan hanya di satu cabang keluarga.

Desas-desus bahwa Raja Salman sedang memuluskan jalan MbS untuk menjadi pemegang takhta kerajaan selanjutnya pun semakin santer terdengar.

Pasalnya, selain adanya penangkapan besar-besaran oleh Komite Antikorupsi, pada hari yang sama Raja Salman juga melakukan reshuffle pada beberapa pos kekuasaan namun yang paling disorot antara lain adalah pergantian Menteri.(*)

Komentar

News Feed