oleh

Ketua Umum Pendidikan Bactiar Menilai Konsepsi Pendidikan NH Nafasnya Pemerataan Keadilan

Matarakyat|  Pemerhati Pendidikan Sulsel, Ketua Umum Gerakan Sayang Buku Ibu Suka Membaca Sulsel dan Ketua Forum Komite Sekolah Makassar, Bactiar Adanan Kusuma menanggapi pernyataan Nurdin Halid terkait keinginan agar pusat pendidikan dan perekonomian menyebar di luar Makassar.

BAk Menilai Konsepsi pembangunan yang digagas NH adalah pemerataan dengan tidak hanya bertumpu pada satu titik saja, misal Makassar adalah konsepsi pembangunan yang atas alas pemerataan, keadilan dan kesejahteraan bersama mirip konsep Marshall Plan yang pernah digagas oleh Menteri Luar Negeri AS Jenderal George C.Marshall, saat mengucapkan pidato innagurasi 5 Juli 1947.

Intinya janji AS kepada semua negara Eropa untuk membantu memulihkan perekonomian Eropa akibat perang dunia kedua. Agar gagasan terwujud, maka para pemimpin negara-negara Eropa melakukan pertemuan di Paris selama dua kali dalam sepuluh hari.

Konsep Marshall Plan membangun visi keadilan dan kemajuan serta kemakmuran bersama memajukan ekonomi dan pendidikan dunia.” ucap BAK yang juga sebagai pemerhati pendidikan

Baca juga:

 

Sambung Baktiar, ” Nah, konsep Marshall Plan bisa dipakai dan diterapkan terutama membangun pusat keunggulan pendidikan di daerah-daerah terutama menghindari Makassar sentris.

Langkah pertama, adanya kemauan yang kuat dari Gubernur Sulsel akan prioritas pembangunan pendidikan di seluruh kabupaten/ kota di Sulsel, perlu blue print pembangunan pendidikan yang dirancang semua stakeholder Sulsel.

Pemerintah daerah berperan sebagai fasilitator dan melibatkan akademisi UNM, Unhas, UIN dan lainnya dan seluruh pelaku dunia pendidikan dan pemerhati serta masyarakat ikut berperan serta. Langkah berikutnya, mendirikan sekolah-sekolah unggulan SD, SMP, SMA, SMK di beberapa kab kota percontohan di Bone, Pare-Pare, Luwu, Soroako, Jeneponto Bulukumba, Sengkang dan Pangkep, Maros dan Gowa. SMA 17 dab SMP 6 kota Makassar juga ada nafas dan sistemnya di Kabupaten/ Kota yang kami sebutkan tadi.

Perlu sistem rotasi guru sekolah yang diunggulkan diMakassar di kirim ke Kabupaten/ Kota lain dengan pakasi tinggi biar orang Kabupaten/  Kota tak perlu lagi harus masuk ke Makassar  menyekolahkan anaknya.

Membuka kluster sekolah unggulan di daerah harus diperbanyak. Demikian pula PTN juga harus membuka kelas jarak jauh bekerja sama dengan kampus negeri yang ada di daerah dengan tetap memakai nama besar Unhas, UNM, UIN dan lainnya.” beber  baktiar yang juga sebagai Ketua Forum Komite Sekolah Makassar

Ia bahkan menjelaskan lebih rinci, dengan konteks seperti inilah, maka terjadi pemerataan pendidikan di Sulsel sekaligus mencegah terjadinya monopoli kemajuan pendidikan dan ekonomi hanya bertumpu di kota Makassar.

Saya setuju gagasan NH akan pemerataan pendidikan, mutu dan out putnya lebih mengacu pada Sulsel sentris bukan hanya Makassar Sentris.” Kuncinya.(PR)

Komentar

News Feed