oleh

Siswa MA DDI Cabang Padang Lampe Dikeroyok Genk Remaja Desa Tombolo

Matarakyat | Terjadi di Pangkep salah satu pelajar di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan menjadi korban pengeroyokan geng remaja. Dedi Eka Putra (17), siswa Madrasah Aliyah DDI Cabang Padang Lampe dikeroyok sekelompok geng remaja di Tombolo Desa Padang Lampe saat melaksanakan kegiatan ekstrakurikuler sekolah (hiking pramuka). Akibatnya, siswa kelas III ini mengalami sejumlah luka lebam di wajah dan sekujur tubuhnya.

Peristiwa itu terjadi Minggu (22/10) lalu, sekitar pukul 15.00 WITA. Atas kejadian itu, korban didampingi keluarganya melapor ke Polsek Ma’rang.

Korban mengalami luka lebam di wajah dan sekujur tubuhnya. Menurut korban saat itu ia dan temannya sedang beristirahat setelah melaksanakan kegiatan hiking pramuka, namun tiba-tiba datang beberapa orang menghampiri dirinya dan tanpa basa basi langsung memukuli korban hingga babak belur.

Korban mengaku tidak tahu menahu kenapa dirinya dikeroyok, padahal yang keroyok saya rata- rata saya kenal, ”mungkin saya disangka musuhnya, karena mereka pernah berseteru dengan para pemuda disekitar tempat tinggal saya di Jl. Lale Baru Desa Padang Lampe, tapi itukan bukan saya”  Ucap Dedi sapaan akrab korban pengeroyokan saat ditemui Jl. Lale Baru Senin (30/10).

Akibat dari kejadian tersebut, korban hingga saat ini tidak lagi berani ke sekolah karena merasa takut dengan kejadian yang menimpa dirinya,  korban takut kalau dirinya kembali dikeroyok oleh Ridu (23), Risal (19), dan Aris (18) yang kemarin memukulinya saat mengikuti hiking pramuka.

Atas insiden tersebut orang tua korban, Paharuddin merasa keberatan atas apa yang telah terjadi kepada anaknya, ”saya ingin para pelaku yang mengeroyok anak saya segera ditangkap, diproses dihadapan hukum sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, apalagi anak saya saat itu sedang mengikuti kegiatan pramuka dan anak saya mau dikata masih dibawa umur, kata Paharuddin saat ditemui dikediamannya bersama anaknya Senin (30/10).

Foto Dedi Eka Putra (17), siswa Madrasah Aliyah DDI Cabang Padang Lampe Korban pengoroyokan(Indotimnews

Sambung Paharuddin,  Kami sangat kecewa kepada pihak Sekolah MA DDI Cabang Padang Lampe karena tidak dapat menindak tegas ataupun tindakan hukum yang dilakukan terhadap para pelaku yang telah mengeroyok anak saya, padahal kejadian tersebut sudah jelas-jelas telah mengganggu kegiatan pramuka sekolah dengan kekerasan terhadap muridnya.

“Setidaknya pihak sekolah mendampingi anak saya (korban) pada saat melapor kejadian ini ke pihak yang berwajib (Polsek Ma’rang) beberapa hari yang lalu”. Kesal Paharuddin

Secara terpisah Menurut Dongka S. Pd Kepala Bagian Kesiswaan Madrasah Aliyah DDI Cabang Padang Lampe (Guru Korban) yang saat itu turut hadir dalam kegiatan hiking pramuka bersama para guru lainnya, mengatakan kalau dirinya berada pada saat kejadian tersebut,  namun posisi pada saat itu agak berjauhan saat muridnya Dedi Eka Putra dikeroyok ,” nanti saya tahu kejadian itu setelah salah satu murid yang ikut hiking menyampaikan kepada saya kalau disana ada perkelahian”. Ucap Dongka, saat ditemui disekolah Senin. (30/10)

ditanya soal tindakan sekolah atas kejadian tersebut, Dongka, S. Pd hanya mengatakan kalau semuanya telah selesai saat kejadian itu, ” kami dari pihak sekolah menganggap persoalan ini telah selesai karena saat kejadian kami sudah melerainya jadi sudah tidak ada masalah lagi”. Singkat, Dongka

Ditanya soal jaminan kalau kejadian ini tidak akan terulang kembali kepada muridnya, Dongka, S. Pd bingung dan kaget setelah mengetahui kalau korban telah melaporkan kejadian ini kepihak kepolisian polsek ma’rang.

Sementara itu Kapolsek Ma’rang AKP. Haedar Muis membenarkan kejadian tersebut dan saat ini sementara dalam pelimpahan berkas perkara ke Polres Pangkajene. “Sebelumnya kami ada upaya perdamaian antara korban dan pelaku oleh karena kedua pihak satu kampung, satu desa.

Namun dari pihak korban merasa keberatan dan menolak upaya perdamaian, maka kami dari pihak polsek ma’rang hari ini melimpahkan berkasnya ke unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Pangkajene”. Ucap, AKP. Haedar Kapolsek Ma’rang saat dihubungi telepon selularnya Senin. (30/10).

Ketika awak media konfirmasi ke Kasat Reskrim Polres Pangkep, AKP. Rudi, SE di ruang kerjanya, Ia membenarkan telah menerima berkas perkara tindak pidana pengeroyokan terhadap korban Dedi Eka Putra dari Polsek Ma’rang.

”Berkasnya sudah kami terima baru saja, dan akan segera mencari para pelaku pengeroyokan. Dari berkas yang dilimpahkan pihak Polsek Ma’rang, ke kami kalau ternyata korban adalah anak dibawah umur”. Ungkap, Kasat Reskrim Polres Pangkep AKP. Rudi., Senin. (6/11/17)

Laporan : Tim

Komentar

News Feed