oleh

BMKG Wilayah IV Makassar Rilis Dua Kabupaten Rawan Gempa

Matarakyat| Makassar – Balai Besar Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika Wilayah IV Makassar (BMKG) merilis prakiraan cuaca Sulawesi Selatan 2017/2018

Ketua Balai Besar BMKG Wilayah IV Makassar Ahmad Fachri Radjab, dalam konferensi pers yang diadakan BMKG wilayah IV Makassar mengungkapkan, beberapa wilayah di sulsel saat ini telah memulai awal musim hujan

“Awal musim hujan wilayah sulawesi selatan bagian barat dan selatan, pada umumnya diprakirakan antara akhir Oktober 2017 hingga awal November, untuk wilayah Sulawesi selatan bagian timur pada umumnya diprakiran pada pada bulan maret 2018” ujar Fachri Radjab di Aula BMKG Jl Racing Centre No 20. Rabu (8/11)

Prakiraan awal musim hujan 2017/2018 di sulsel bagian timur pada umumnya mundur dari rara-rata normalnya, sedangkan di wilayah barat maju dari rata-rata normalnya.

Wilayah sulsel bagian utara yang merupakan wilayah non ZOM, jumlah curah hujan selama periode Oktober 2017 sampai dengan Maret 2018 diprakirakan antara 1.001- 2.000 mm.

Sifat curah hujan pada musim hujan tahun 2017/2018 di silawesi selatan fiprakiran pada umumnya normal, namun, dalam skala harian kondisi cuaca sangat fluktuatif

BMKG menghimbau dengan adanya informasi awal musim hujan 2017/2018 , masyarakat diharapkan dapat mengantisipasi pontensi bencana yang dapat terjadi selama musim peghujan yang diakibatkan adanya hujan lebat, angin kencang, petir/kilat dan tinggi gelombang.

Untuk informasi gempa bumi, berdasarkan catatan kejadian gempa bumi, daerah yang paling rawan terjadi adalah di wilayah Luwu Timur dan Toraja Utara.

Masyarakat terus dihimbau untuk dapat terus memperhatikan informasi cuaca, iklim, dan gempabumi dari BMKG

Ahmad Fachri Radjab, dalam konferensi pers yang diadakan BMKG wilayah IV Makassar mengungkapkan, beberapa wilayah di sulsel saat ini telah memulai awal musim hujan

“Awal musim hujan wilayah sulawesi selatan bagian barat dan selatan, pada umumnya diprakirakan antara akhir Oktober 2017 hingga awal November, untuk wilayah Sulawesi selatan bagian timur pada umumnya diprakiran pada pada bulan maret 2018” ujar Fachri Radjab di Aula BMKG Jl Racing Centre No 20. Rabu (8/11)

Prakiraan awal musim hujan 2017/2018 di sulsel bagian timur pada umumnya mundur dari rara-rata normalnya, sedangkan di wilayah barat maju dari rata-rata normalnya.

Wilayah sulsel bagian utara yang merupakan wilayah non ZOM, jumlah curah hujan selama periode Oktober 2017 sampai dengan Maret 2018 diprakirakan antara 1.001- 2.000 mm.

Sifat curah hujan pada musim hujan tahun 2017/2018 di silawesi selatan fiprakiran pada umumnya normal, namun, dalam skala harian kondisi cuaca sangat fluktuatif

BMKG menghimbau dengan adanya informasi awal musim hujan 2017/2018 , masyarakat diharapkan dapat mengantisipasi pontensi bencana yang dapat terjadi selama musim peghujan yang diakibatkan adanya hujan lebat, angin kencang, petir/kilat dan tinggi gelombang.

Untuk informasi gempa bumi, berdasarkan catatan kejadian gempa bumi, daerah yang paling rawan terjadi adalah di wilayah Luwu Timur dan Toraja Utara.

Masyarakat terus dihimbau untuk dapat terus memperhatikan informasi cuaca, iklim, dan gempabumi dari BMKG

Komentar

News Feed