oleh

Terjadi Riak Terkait Sporadik di Desa Tamannyeleng

-Daerah-1.990 views

Matarakyat| Gowa. Surat pernyataan penguasaan fisik bidang tanah (sporadik) yang pengurusannya disinyalir terkendala uang tanda tangan sebesar 15 juta Rupiah.

Terjadi Perdebatan antara Kades Tamanyeleng dengan Hastati dg Nannu karena disinyalir tidak mendapatkan tanda tangan dari kepala desa Tamannyeleng, Muhammad  Yusram.

Diduga keras Kades Tamannyeleng awalnya meminta uang tanda tangan sebesar 15 juta, padahal pengurusan Sporadik seharusnya gratis.

Bahkan Yusram tidak mengakui adanya permintaan uang tanda tangan.

” saya tidak pernah meminta uang, mana buktinya”, tegas yusran

Di tempat yang sama Hastati di ruang kerja camat Barombong mengatakan kalau kades Tamannyeleng yang meminta uang tanda tangan sebesar 15 juta. ” kita yang meminta pak desa” tandasnya depan camat barombong Kamis 9/11

Camat Barombong Ary Mahdin Aspari S.STP. M.Si dengan bijak meminta kepada Hastati dan Yusram untuk menempuh jalan yang terbaik, berhubung karena desa Tamannyeleng berada di wilayah kecamatan Barombong.

” Karena dalam hal ini tidak ada pihak yang dirugikan, pak desa tidak menerima uang, Hastati juga belum membayar, jadi masalah ini tidak perlu dibahas panjang lebar.

Berkasnya saja dilengkapi, karena masih ada yang harus tanda tangan sebelum pak desa. Yaitu pihak yang berbatasan dengan obyek tanah tersebut. Setelah berkasnya lengkap pak desa akan tanda tangan dengan gratis” tandasnya.
Laporan : Muslimin

Komentar

News Feed