oleh

Tunggakan Pajak Kendaraan di Palopo Capai 35 Miliar, Ini Penyebabnya

MATARAKYAT | PALOPO – Total tunggakan pajak di Kota Palopo hingga bulan September 2017 mencapai Rp 35 Miliar, jumlah itu sudah tergabung roda dua maupun empat. Kamis 09/11/2017

Kepala UPTD Pendapatan Wilayah Kota Palopo, Anton Amri menuturkan jika yang mendominasi total tunggakan pajak adalah sepeda motor dengan jumlah 36 ribu unit kendaraan yang belum bayar pajak, dan untuk roda empat yang nunggak sebanyak 2.000 kendaraan.

“Jika di Rupiahkan total tunggakan pajak untuk motor sebesar Rp 22 M, sedangkan untuk mobil Rp 13 M,” tutur Anton Amri Kamis (9/11/2017)

Membengkaknya angka itu diduga karena adanya masyarakat yang enggan melaporkan kondisi kendaraannya, belum lagi yang telah berpindah tangan, pindah wilayah, hingga yang sudah rusak berat, itu semua tetap terhitung sebagai wajib pajak.

“Banyak kendaraan yang telah pindah wilayah bahkan rusak berat, itu tetap terhitung sebagai tunggakan pajak. Padahal jika warga melaporkan kondisi kendaraan mereka kepada kami, tentunya kami akan hapus kewajiban membayar pajak dari kendaraan mereka. Secara otomatis jumlah tunggakan pajak kendaraan warga Kota Palopo berkurang,” terang Anton.

Meski demikian pihak UPT Pendapatan Wilayah Palopo tetap akan melakukan berbagai cara agar angka penunggak pajak kendaraan dapat diminimalisir.

Salah satu upaya dilakukan, seperti menyebar armada samsat keliling tiga titik pusat keramaian di Kota Palopo, yakni di kantor gabungan dinas, Pusat Niaga Palopo, dan City Market.

“Ketiga tempat tersebut ramai didatangi warga Kota Palopo, jadi kami berinisiatif menggelar samsat keliling di tempat tersebut,” ujarnya.

Selain itu, Samsat juga membuka Gerai Samsat di Kecamatan Bara. Dimana kecamatan itu letaknya paling jauh dari kantor Samsat. Maka dngan begitu, warga tidak perlu lagi jauh-jauh ke Kantor Samsat untuk membayar pajak kendaraan. Cukup mendatangi gerai yang telah dibuka di Kantor Camat Bara.

Tak hanya itu, Samsat juga membentuk relawan masappa atau masyarakat peduli pajak. Relawan ini merupakan satu-satunya yang ada di Sulsel.

“Kami juga mengoptimalkan door to door ke rumah penunggak pajak. Apapun kami lakukan demi menyadarkan warga Kota Palopo membayar pajak kendaraan mereka,” ucapnya.

Anton Amri juga berharap agar peran juga partisipasi aktif dari pemerintah setempat untuk menghimbau kepada warganya untuk membayar pajak kendaraan mereka.

“Seperti di Luwu, Bupatinya menginstruksikan bawahannya agar masyarakat Kab. Luwu diberi sosialisasi taat bayar pajak, sehingga warganya juga merasa terpanggil untuk membayar pajak kendaraan mereka,” pungkasnya.

Penulis : A. Ardhan

Komentar

News Feed