oleh

5 Tahun Buat Pemberi Keterangan Palsu, Begini Sikap Partai Hanura

MATARAKYAT-JAKARTA | Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Hanura duvonis lima tahun penjara setelah terbukti secara sah memberikan keterangan oalsu dalam persidangan kasus E KTP. Menyikapi putusan ini Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) akan segera memberhentikan kadernya.

Nasib apes dialami iryam S Haryani, anggota DPR RI segera diberhentian seiring adanya putusan Pengadilan Tipikor yang memvonis Miryam dengan hukuman 5 tahun penjara.

“Segera diberhentikan,” kata Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang di gedung DPD RI, Jakarta, Senin (13/11).

‎Dijelaskan pemberhentian mulai hari ini sejak diputuskan bersalah oleh pengadilan. Partai Hanura akan segera mencari anggota DPR pengganti antar waktu (PAW). “PAW sedang disiapkan. Nanti segera diusulkan,” tutur OSO yang juga Ketua DPD RI 

Diketahui, pada Senin pagi tadi (13/11) pengadilan Tipikor telah memvonis Miryam penjara 5 tahun.‎ Majelis hakim memutuskan Miryam bersalah memberikan kesaksian palsu dalam persidangan perkara korupsi E-KTP. Hakim juga menyebut Miryam berbohong soal tidak menerima duit e-KTP.

Miryam dihukum 5 tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider 3 bulan kurungan. Sebelumnya Miryam dituntut 8 tahun penjara oleh jaksa KPK. (Noor L)

 

Komentar

News Feed