oleh

Alexis Tamat, Ini Giliran Target Anis-Sandi

MATARAKYAT-JAKARTA | Janji kampanye Anis-Sandi untuk menutup Alexis dibuktikan kurang dari 100 hari kepemimpinan keduanya menakhodai DKI Jakarta dan mendapat pujian dari berbagai elemen masyarakat.

Pujian datang dari Koordinator Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (KomTak) Lieus Sungkharisma, memuji kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

Pasalnya, belum sebulan menjabat, Anies-Sandi telah berhasi menuntaskan salah satu program kampanye mereka di Pilkada DKI 2017 lalu, yakni menutup Hotel dan Griya Pijat Alexis di Pademangan, Jakarta Utara.

Menurut Lieus, apa yang dilakukan Anies-Sandi dengan tidak memperpanjang izin usaha tempat yang disebut-sebut sebagai ‘surga dunia’ itu, merupakah sebuah langkah berani.

“(Anies-Sandi) Itu dahsyat, luar biasa. Itu langkah berani yang sebetulnya ditunggu-tunggu oleh warga Jakarta,” kata Lieus kepada Netralnews.com, Minggu (12/11/2017).

“Kalau soal bukti-bukti, saya kira sudah banyaklah bukti-bukti, cuma yang dibutuhkan keberanian, dan Anies sangat berani untuk mampu melakukan itu. Dan kita harus apresiasi,” ungkapnya.

Alasan Koordinator Forum Rakyat ini menyebut Anies-Sandi pemberani, karena pemimpin sebelumnya tidak mampu menutup Alexis, lantaran diduga banyak orang hebat yang melindungi tempat tersebut.

“Oh iya (pemimpin sebelumnya) nggak ada yang berani, karena ini nggak main-main, ini kelas tinggi. Di belakangnya pasti banyak orang besar,” ungkap Lieus.

Sebelumnya diberitakan, manajemen Alexis memutuskan menghentikan operasional hotel dan griya pijat Alexis, pada Selasa (31/10/2017) lalu, menyusul diterbitkannya Surat dari Dinas Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Pemprov DKI pada 27 Oktober 2017 dengan No: 68661-1.858.8, yang menyebutkan belum memproses permohonan untuk memperpanjang Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP).

Soal tidak diperpanjangnya izin usaha Hotel dan Griya Pijat Alexis, Gubernur Anies menegaskan, tidak akan berkompromi dengan tempat usaha yang disinyalir memiliki praktek prostitusi. Karena sebagai pemimpin, ia memiliki tanggungjawab terhadap Tuhan, masyarakat, dan amanah dalam menjalankan undang-undang yang berlaku.

“Karena saya harus pertanggungjawabkan ini di mata masyarakat, di mata undang undang dan di mata Tuhan. Jadi saya akan bertindak sesuai dengan otoritas yang saya miliki,” kata Anies pada Rabu (1/11/2017).

Ditambahkan Anies, sikap tegasnya ini bukan hanya menyasar Alexis, tetapi semua tempat hiburan lainnya yang menyajikan ‘surga dunia’ akan dicabut legalitasnya.

“Jadi kalau ada tempat yang bermasalah apalagi masalahnya moral, saya tidak akan diamkan. Siapapun di tempat ini (Jakarta) yang melakukan pelaggaran saya tindak,” ujar mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu.

Kabar teranyar, Anis-Sandi akan memusatkan perhatian pada prostitusi kelas teri dengan menertibkan bangunan-bangunan liar dibeberaoa bantaran sungai.

Pengalaman sebelumnya, tempat-tempat seperti ini awalnya dihuni oleh pemulung kemudian berkembang menjadi tempat prostitusi terselubung hingga Pemprov DKI Jakarta segera menggusur lokasi tang dikuatirkan akan menjadi lokalisasi kelaj. (Noor L)

 

Komentar

News Feed