oleh

Proses Negosiasi Tersumbat, KKB Sandera 1.300 Warga di Tembagapura

MATARAKYAT-TIMIKA | Sedikitnya 1.300 warga di Tembagapura dan sekitarnya tetap menjadi sandera Kelompok Krimunal Bersenjata KKB). Upaya pihak kepolisian melakukan negosiasi untuk mengetahui tuntutan KKB belum terjalin.

Mabes Polri seperti dikutif dari BeritaSatu.com mengatakan jika jalan negoisasi masih dikedepankan dalam penyanderaan 1.300 warga di Tembagapura oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

“Ada maklumat, imbauan, dari Kapolda Papua kepada yang punya senjata untuk diserahkan. Tapi itu kan maklumat, imbauan ya. Kita berharap semuanya, berjalan dengan baik dan artinya semuanya baik-baik saja. Tapi kalau negosiasi aja kita enggak bisa terus gimana coba,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto di Mabes Polri, Senin (13/11).

Setyo melanjutkan jika 21 DPO yang namanya telah dirilis oleh Polda Papua adalah mereka yang diduga sebagai pelaku serangkaian kekerasan di Bumi Cenderawasih itu. Mereka diduga KKB yang mempunyai senjata.

KKB ini apa nama lain untuk TPN-OPM? Setyo menjawab, “Saya belum bisa memastikan, nanti saya akan klarifikasi ke Polda Papua. Saya juga enggakbegitu tahu jumlah pastinya.”

Setyo menambahkan jika sejauh ini tidak ada tuntutan atau negosiasi dari mereka. Polisi tidak diberi ruang untuk bernegosiasi karena KKB masih menutup komunikasi.

“Negosiasi itu syaratnya adalah melakukan komunikasi dua arah, sehingga kita bisa mendapatkan apa sih yang kamu mau, apa yang kita mau, sehingga itu dimatchkan. Ini tidak ada,” sambungnya.

Tapi polisi menduga penyanderaan ini bermotif ekonomi. Orang-orang-orang itu selama ini menambang limbah Freeport yang disebut tailing.

“Kalau tuntutan-tuntutan lain bisa jadi ada. Tapi saya tidak bisa meyakinkan apakah itu benar atau tidak itu harus ada datanya dulu,” pungkasnya. (Ormez)

Komentar

News Feed