oleh

KPK Akan Jemput Paksa “Papa e-KTP”

Matarakyat| Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendatangi kediaman Setya Novanto jalan Widya Chandra. Kelurahan, Senayan. Kecamatan, Kecamatan Kebayoran Baru. Kota, Jakarta Selatan (15/11/17) Malam

Masih belum dipastikan tujuan KPK ke rumah Setya Novanto, apakah akan menjemput paksa atau ada barang bukti seperti dokumen-dokumen yang ingin dilihat dari kediamannya

Pihak media belum dikenankan untuk ikut masuk kedalam rumah Setya Novanto karena kami menunggu jawaban dari pihak penyidik KPK untuk tujuan sebenarnya mereka akan datang betul untuk menjemput paksa Setya Novanto hari ini.

Kalau kita melihat dari siaran langsung TV One, di ruang tamu ini ternyata sudah ada komisi pemberantasan korupsi (KPK). dan kami juga bisa menjelaskan bahwa sebelumnya penyidik yang hadir di Kediaman Setya hanya berjumlah 7 orang seperti yang telah disampaikan oleh KPK, juga terlihat ada di depan kediaman setya penjagaan Pejagaan ketat disinyalir untuk menghalangi kawan media untuk ikut masuk meliput.

Baca juga:

https://matarakyatmu.com/2017/11/14/advokad-lapor-penasehat-hukum-setya-novanto-ini-dalihnya/

Terlihat penjagaan oleh tim Brimob dan ada beberapa tim penjaga khusus yang tidak menggunakan atribut ataupun seragam.

Komisi Pemberantasan Korupsi sedang berada di kediaman Ketua DPR RI Setya Novanto dan dampaknya tadi sudah diterima oleh pihak keluarga ataupun pihak yang berada di kediaman Setya Novanto dan saat ini sedang berbincang-bincang kami masih belum bisa menyatakan Apakah kedatangannya adalah untuk menjemput paksa atau untuk mengumpulkan barang bukti seperti dokumen-dokumen yang berada di kediamannya Setya Novanto di Wijaya Kebayoran Baru Jakarta Selatan.

Foto Tim Brimob Jaga kediaman Setya Novanto

Hingga berita ini tayang Setya Novanto belum diketahui apakah ia ada didalam rumahnya ataukah masih diluar.

Sebelumnya, Fredrich Yunandi selaku kuasa hukum Setya Novanto menyatakan bahwa kliennya tak akan memenuhi panggilan tersebut. Untuk ketidakhadiran itu, klaim Fredrich, pihaknya telah melayangkan surat.

Dalam surat itu diterangkan alasan Novanto tak hadir memenuhi panggilan. Yakni terkait pengajuan judicial review atau peninjauan kembali di Mahkamah Konstitusi (MK) terkait Pasal 46 UU KPK tentang pemeriksaan tersangka. Kubu Novanto menganggap Pasal itu bertentangan dengan Pasal 20A UUD 1945 yang mengatur soal hak imunitas anggota DPR.

“Kami sudah kirim surat, kita tidak akan hadir. Jadi alasannya adalah kita sudah ajukan JR (judicial review) di MK,” ujar Fredrich saat dikonfirmasi.

Fredrich lantas membandingkan alasan KPK yang enggan hadir memenuhi undangan panitia khusus (pansus) angket di DPR lantaran menunggu putusan MK dengan alasan ketidakhadiran Novanto ini.

“Kan sama, kita dalam posisi yang sama. Sama juga kan, Agus (Ketua KPK Agus Rahardjo) kan juga menyatakan melalui media bahwa KPK tidak akan hadir panggilan pansus, menunggu MK,” ujar dia.

K sebelumnya sudah meminta Novanto untuk memenuhi panggilan tersebut. Hal itu sebagai bentuk kepatuhan terhadap proses hukum.

“Saya kira ini seharusnya menjadi bentuk kepatuhan kita terhadap hukum. Kalau kemudian dipanggil oleh penegak hukum sebaiknya datang,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah.

Seharusnya, kata Febri, pemeriksaan ini dijadikan oleh Novanto sebagai ruang klarifikasi dalam kasus korupsi e-KTP.‎ Terlebih, ucap Febri, fakta-fakta baru sudah muncul di persidangan Andi Agustinus alias Andi Narogong.

“Sebenarnya ini harus dilihat juga sebagai kesempatan atau ruang untuk memberikan klarifikasi lebih lanjut,” ucap Febri.

Meski demikian, Febri enggan berandai-andai apakah penyidik KPk akan langsung menahan jika Novanto besok memenuhi panggilan. KPK  juga belum berencana menjemput paksa Novanto.

“Kita belum bicara tentang penahanan juga. Karena agendanya pemanggilan dan pemeriksaan sebagai tersangka,” tutur Febri.

Sumber siaran Langsung TV One

Komentar

News Feed