oleh

Pilkada Serentak 2018 Parpol Pengusung Berpotensi Saling “Begal.” Berujung “86”

Makassar,Matarakyatmu.com.- Jelang pilkada serentak 2018, suasana mulai memanas berujung pertarungan kandidat memperebutkan dukungan partai politik.negosiasi transaksional politik kerap dilakukan bahkan saling begal partai dianggap lumrah.

Pilwalkot Makassar, posisi petahana Danny Pomanto berada pada posisi cukup aman dengan dukungan PAN dan PKS.

Namun sebaliknya surat tugas yang dikantongi dari PPP, PDIP, PKPI, Gerindra dan Demokrat, kemungkinan berlanjut menjadi rekomendasi resmi atau justru berbalik arah ke kandidat lain.

Demikian pula dengan posisi Andi Rachmatika Dewi atau biasa disapa “Cicu”. Berbarengan dengan munculnya Indira Mulyasari Paramastuti yang menjabat Bendahara partai NasDem sebagai kandidat calon wakil walikota pasangan Danny Pomanto menjadikan rekomendasi NasDem belum final bagi Cicu.

Sementara di Enrekang kemunculan petahana Muslimin Bando yang menjadi calon tunggal usungan Demokrat dan PKS menjadi pertanyaan ada tidaknya pesaing bagi petahana.

Namun potensi pengalihan dukungan bisa saja terjadi di Demokrat dari Muslimin Bando ke Masrur R Latanro. Rekomendasi NasDem yg diraih Wabub Amiruddin rawan dibegal atau beralih mengusung patahana apabila Amiruddin gagal menggandeng mitra kualisi untuk mencukupi syarat usungan paslon di pilkada.

Begal partai juga rawan di Pinrang terbitnya SK usungan parpol pasangan Andi Irwan – Alimin dan pasangan Abdul Latif – Isman Marham pastinya dalam posisi aman ke tahapan pencalonan.

Potensi pembegalan bisa terjadi di PAN dan PKS telah menerbitkan rekomendasi kepada Jamaluddin dan Jafar Jerre tapi belum disikapi dalam bentuk SK usungan.

Demikian pula di Sidrap persaingan elit parpol tingkat DPP memunculkan strategi lobi tongkat tinggi antara tim Fatmawati Rusdi dan Tim Dollah Mando berpotensi mengalihkan dukungan untuk beralih ke Fatmawati Rusdi atau sebaliknya.

Di Jeneponto posisi Baharuddin Baso Tika rawan jika dirinya tak kunjung mencukupi mitra koalisi, rekomendasi NasDem berpotensi beralih ke pasangan Mulyadi Mustamu dan Kasmin Makkamula.

Untuk pilkada Wajo dua kandidat cukup aman syarat usungan yaitu pasangan Amran Mahmud dan Amran serta Baso Rahmanuddin potensi pengalihan dukungan kemungkinan partai NasDem untuk sementara merekomendir wabub Wajo Andi Suahrir Kube.

Ketua Bapilu PKS Sulsel Irwan ST menyatakan pilkada kabupaten/kota masih terkesan wait and see,ada beberapa daerah jagoanya masih belum bisa mencukupi jumlah kursi usungan sehingga terkesan menggantung “Kalau pilkada serentak masing-masing daerah kan ada indikatornya contohnya Luwu yang belum jelas semuanya memang masih rekomendasi wilayah, kita masih menunggu dari DPP, mudah-mudahan bisa turun secepatnya dengar-dengar minggu depan akan turun,” tuturnya.

Ketika ditanya terkait potensi pengalihan dukungan ke paslon lain akibat lobi-lobi kandidat ke DPP, dirinya mengaku kecil kemungkinan terjadi soalnya penjaringan telah terstruktur sesuai mekanisme partai PKS.

Keterangan terpisah ketua Bapilu PAN Sulsel Irfan AB, menyatakan rekomendasi Pilkada serentak masih tahapan pengurusan, memang masih ada beberapa daerah belum menunjukkan kesiapan untuk maju.

“Ya..dipastikan sudah hampir selesai terkecuali Palopo,Bantaeng,dan Luwu sementara dalam pengurusan,Irfan mengakui peralihan dukungan semuanya adalah hak progratif DPP PAN, yang tentunya memiliki penilaian khusus, kita tunggu saja”. tuturnya. ( Syam )

Komentar

News Feed