oleh

Penggunaan Diperketat Dana BOS Tetap Dikeruk

-Daerah-1.559 views

MATARAKYATMU | Bantuan Operasional Sekolah (BOS) adalah program pemerintah untuk penyediaan pendanaan biaya non personalia bagi satuan pendidikan dasar dan menengah pertama sebagai wujud pelaksanaan program wajib belajar 9 tahun. Namun, banyak disalahgunakan oleh pengelola hingga harus berusan aparat hukum seperti kejadian di NTB.

Tujuan umum program BOS untuk meringankan beban masyarakat terhadap pembiayaan pendidikan dalam rangka wajib belajar sembilan tahun yang bermutu.

Sasaran program BOS adalah semua siswa (peserta didik) dijenjang Sekolah Dasar (SD)/Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Madrasah Tsyanawiyah (MTs), termasuk Sekolah Menengah Pertama Terbuka (SMPT) dan Pusat Kegiatan Belajar Mandiri (PKBM) yang diselenggarakan oleh masyarakat, baik negeri maupun swasta di seluruh Indonesia.

Salah satu sekolah di Mataram, Nusa Tenggara Barat, mencuat di permukaan dugaan korupsi penyimpangan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) setelah wali murid yang curiga dengan penggunaannya, dikatakan tidak tepat sasaran.

Dana BOS yang dikucurkan sebesar 1,9 miliar rupiah. Angka tersebut adalah jumlah anggaran yang dikucurkan dalam dua tahun yakni tahun 2014 dan 2015.

Kepolisian Resort Mataram, Nusa Tenggara Barat, telah mengantongi calon tersangka dugaan korupsi penyimpangan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) salah satu sekolah di Kabupaten Lombok Barat.

Kapolres Mataram AKBP. Muhammad S, IK, pada Rabu 15/11/17 kemarin mengatakan, calon tersangka muncul berdasarkan hasil penyidikan yang telah dirampungkan dalam berkas perkara. Penyidik juga telah menyertakan hasil hitungan kerugian negara dari tim audit BPKP NTB. “Nilainya sudah kita ikut rampungkan, sekitar 316 juta rupiah” ungkapnya.

Selain kerugian negara, unsur pidana dalam berkas perkaranya dikuatkan berkat adanya keterangan saksi yang sebagian besar berasal dari guru dan wali murid.

“Dalam kasus ini, ada 90 orang saksi yang telah kita periksa, keterangan seluruh saksi sudah masuk dalam berkas perkara,” katanya seperti dikutip Matarakyatmu.com dari lombokkita.com.

Terkait dengan identitas dari calon tersangka itu, Kapolres Mataram masih enggan menyebutkan. Perannya akan diungkap setelah pihaknya melakukan gelar perkara.

“Sudah ada calon tersangkanya, peran dan keterlibatannya dilihat berdasarkan unsur pidana yang telah rampung dalam berkas penyidikan. Tunggu saja hasil gelarnya, nanti akan kita ungkap,” kuncinya, seperti kutipan laman lombokita.com. (Edho)

Komentar

News Feed