oleh

KPK Menahan Setya Novanto Dinilai Pelanggaran Hukum, Ini Penjelasannya

MATARAKYATMU.COM | Langkah KPK menelisik kasus korupsi e-KTP mendapat pujian tapi tindakan melakukan penahanan terhadap Setya Novanto dinilai melangar KUHAP oleh pakar hukum pidana.

Romli Atmasasmita, pakar hukum pidana mengatakan bahwa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak memiliki alasan menahan Setya Novanto, karena tidak memenuhi persyaratan dan aturan yang terdapat dalam KUHAP.

Menurutnya, syarat untuk melakukan penahanan terhadap seorang tersangka itu, apabila, yang pertama, dikhawatirkan melarikan diri, kedua, menghilangkan barang bukti, dan ketiga, dikhawatirkan mengulangi kembali perbuatannya. Ketiga alasan dan syarat tersebut tidak terpenuhi dalam melakukan penahanan.

“Penahanan itu sudah ada aturannya, dan alasan-alasannya, seperti takut melarikan diri, bukti-buktinya takut dihilangkan, dan juga takut dia mengulangi perbuatan. Tiga alasan itu tidak dipenuhi oleh Setnov (sapaan akrabnya) dalam penahanan. Alasan penahanan tidak dipenuhi memang,” kata Romli yang merupakan salah satu pembuat UU KPK, di hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (18/11) seperti dikutip pada laman Akurat.co.

Lebih lanjut dikatakannya, seseorang tersangka dalam keadaan berbaring sakit, tidak dimungkinkan untuk melarikan diri dan menghilangkan barang bukti.

” Kalau dalam keadaan sakit, bagaimana dia bisa bergerak untuk mengatakan bahwa ada alasan untuk ditahan,” ucapnya.

Seperti diketahui KPK akhirnya secara resmi menahan Ketua DPR RI, Setya Novanto sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek e-KTP selama 20 hari kedepan.

Menurut Romli, KPK tidak perlu melakukan upaya penahanan dengan cara dibantarkan, karena seorang tersangka dalam keadaan sakit. Ia menyarankan penyidik lembaga anti rasuah cukup untuk melakukan pengawasan selama 24 jam.

“Sebetulnya nggak perlu (dibantarkan). Asal diawasi 24 jam oleh KPK dan polisi, bisa saja. Kalau penahanan nggak perlu (dibantarkan), karena orang sakit,” tuturnya.

“Kalau orang sakit nggak mungkin kabur, dan orang sakit tidak mungkin memikirkan dokumen, karena memikirkan dirinya aja susah. Apalagi dia mikirin kejahatan lagi,” tambah dia.

Romli juga menegaskan, tidak ada alasan bagi KPK untuk melakukan penahanan terhadap Ketua DPR tersebut, dan berbeda halnya kalau kondisi tersangka proyek e-KTP dalam keadaan sehat.

“Jadi nggak ada alasan untuk menahan sebetulnya, kecuali kalau dia (Setnov) sehat walafiat, ya lain lagi,” tegasnya. (nl)

Komentar

News Feed