oleh

Lagi, Pekerjaan Konstruksi di Tator ‘Labrak’ Aturan

MATARAKYATMU.COM |Maraknya pekerjaan proyek yang dikerjakan oleh para pemenang tender maupun pekerjaan proyek yang tanpa melalui tender, masih ada juga yang tidak mengikuti mekanisme berdasarkan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.

Usai mendapatkan sumber, pantauan awak media dilokasi, pada hari Jumat 17/11/2017, terhadap pelaksanaan proyek pembangunan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Jalan Pasca Bencana di Lembang Tokesan,  Kecamatan Sangalla Selatan, Kabupaten Tana Toraja belum memasang papan nama keterangan dari pekerjaanya.

Padahal proyek tersebut menurut data LPSE bahwa perusahaan pemenang tender tersebut adalah CV. Garuda yang beralamat di jalan poros makale-rantepao,Toraja Utara dengan nilai HPS Rp. 1.372.590.000,- dan penawaran terkoreksi Rp. 1.314.750,000,- dari nilai pagu Rp. 1.500.000.000,- yang sumber anggaran anggaran APBD tahun 2017 dan papan proyek kegiatan seharusnya sudah terpasang karena proses pekerjaan sudah dimulai dan material sudah ada yang dimuat ke lokasi pekerjaan.

Hal ini mengundang pertanyaan karena pelaksanaan proyek tersebut tidak transparan sedangkan di dalam Peraturan Presiden Republik Indonesia No. nomor 54 tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, diwajibkan untuk memasang papan nama proyek yang kemudian dikuatkan juga oleh UU RI Nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik pada pasal 15 huruf [d] dan pemasangan papan nama proyek adalah bagian dari implementasi transparansi, agar masyarakat bisa ikut mengawasi proses pembangunan sehingga benar-benar sesuai dengan yang diharapkan”.

Selain tidak adanya papan proyek dipasang, juga tumpukan besi bronjong yang sudah ada di lokasi tidak terlihat label SNI pada bronjong tersebut.

Saat dikonfirmasi lewat via sms kepada kepala BPBD Tana Toraja, belum ada jawaban ataupun tanggapan sampai berita ini diturunkan. (Wildan)

Komentar

News Feed