oleh

Dua Debt Collektor Nyaris Cabuli Gadis 16 Tahun, Saat Ini Dalam Kritis di Icu Pelamonia

Matarakyat| Makassar – Astaga Gadis yang masih berumur 16 tahun dengan inisial AR masih terus berjuang di Ruang ICU Rumah Sakit Pelamonia karena telah mempertaruhkan kesucian Keperawanannya yang hendak direnggut oleh dua orang yang mengaku sebagai Debt Collektor.

Kini kondisi gadis yang masih berstatus pelajar di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Keperawatan Pratidina Bhayangkara Makassar dikabarkan hingga saat ini dalam kondisi kritis tidak sadarkan diri.

“Korban lagi kritis belum sadarkan diri karena korban mengalami luka tusukan hingga 10 cm. Dan hasil dari dokter, tusukan terhadap pelaku mengenai pembulu darahnya,” ungkap Chandra Ayu, ibunda korban Kamis (23/11/2017).

Akibat luka robek pada leher yang dialaminya kata Chandra Ayu, korban langsung dilakukan operasi hingga 7 jam dan kondisi saat ini korban masih terus berjuang atas kebiadaban pelaku yang mengaku sebagai Debt Collektor.

Walaupun orang tua korban masih enggan membeberkan pelaku namun ia mengaku bahwa pelaku yang mengaku sebagai Debt Collektor tersebut merupakan Debt colector dri WOM Finance dan vendor SWAPRO.

“Awalnya Debt Collektor dari Wom Finance pertama kali datang dan ia pulang sehingga diduga kembali menyuruh kembali dari vendor Swapro,” beber Chandra Ayu.

Sementara itu, Kapolsek Makassar, Kompol Usman mengatakan membenarkan adanya peristiwa tersebut dan saat ini kasus tersebut masih terus dilakukan dan memburu pelaku yang telah mencoba melakukan pemerkosaan dan penganiayaan.

“Ia ada laporan masuk dan kita masih kumpulkan bukti bukti untuk dilakukan penyelidikan,” kata Usman seperti dikutip dari laman kabarnews.com

Sementara itu, Kapolsek Makassar untuk saat ini telah mengantongi identitas dari pelaku dan pelaku telah kabur keluar Kabupaten.

Diketahui, AR merupakan anak keempat dari pasangan dari dua insan, Herman Parerung (56) dan Chandra Ayu (46), beralamat Jalan Sungai Poso, Lorong.60, No.1 B, kecamatan Makassar.

Saat ini, AR masih menduduki kelas 2 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di keperawatan Pratidina Bhayangkara, Makassar. (ulla)

 

Komentar

News Feed