oleh

8 Polisi Pencoreng Institusi Jadi Tersangka, Ini Kelakuannya

MATARAKYATMU.COM I Gerak cepat dilakukan Polres Timika dengan menerapkan delapan tersangka anggotanya yang telah menganiaya wartawan di wilayah hukum setempat.

Kejadian penganiayaan dilakukan 8 tersangka terhadap Hermanto terjadi pada Sabtu (11/11) malam.

“udah masuk proses penyidikan, tersangka delapan orang,” kata Kapolres Mimika AKBP Victor D Mackbon di Timika, Jumat (24/11).

Kapolres Mimika: 8 Oknum Polisi Penganiaya Wartawan Tersangka

24 Nov 2017 08:38

Timika – Kepolisian Resort (Polres) Mimika menetapkan sebanyak delapan oknum anggota polisi sebagai tersangka dalam kasus dugaan penganiayaan terhadap wartawan Okezone.com, Saldi Hermanto yang terjadi pada Sabtu (11/11) malam.” Sudah masuk proses penyidikan, tersangka delapan orang,” kata Kapolres Mimika AKBP Victor D Mackbon di Timika, kemarin (24/11).

Ia menegaskan proses penyelidikan dan penyidikan kasus tersebut masuk dalam kategori mudah. Dalam waktu tidak terlalu lama, penyidik Polres Mimika akan menyerahkan berkas perkara ke Kejaksaan Negeri Timika. “Sudah saya sampaikan ini kasus yang mudah pembuktiannya. Sesegera mungkin berkasnya kita serahkan ke kejaksaan,” kata Kapolres.

Polres Mimika telah menyampaikan permintaan maaf atas penganiayaan yang dilakukan oknum anggotanya. Dia juga mengecam tindakan oknum anggotanya tersebut.

Ia berjanji penanganan kasus itu akan terbuka. Wartawan dan masyarakat bisa mengawal dan mengawasi langsung perkembangan kasus tersebut. Victor berharap kejadian serupa tak akan terulang lagi di kemudian hari.

Menyikapi aksi penganiayaan terhadap rekan seprofesinya, puluhan wartawan dari berbagai media di Kota Timika menggelar demonstrasi sebagai aksi protes di Mako Polres Mimika, Senin (13/11). Usai menyerahkan pernyataan sikap, wartawan kemudian menemui anggota DPRD Mimika meminta ikut mengawal kasus tersebut.

Wartawan Okezone Saldi dianiaya oknum personel polisi. Penyebabnya bermula karena korban mengunggah status di akun media sosialnya yang mengkritik cara aparat keamanan menghadapi tindak kekerasan di Papua. Mereka sering kali menggunakan tindak represif. Saldi mengaku tidak menyebut institusi di dalam unggahan itu. Namun, tidak lama pasca-mengunggah status tersebut, ia diculik Satuan Sabhara Polresta Mimika. Ia diculik saat tengah duduk di depan Satlantas Polres Mimika. Saldi kemudian dibawa ke Jalan Budi Utomo lalu dianiaya hingga babak belur.

Ia menegaskan proses penyelidikan dan penyidikan kasus tersebut masuk dalam kategori mudah. Dalam waktu tidak terlalu lama, penyidik Polres Mimika akan menyerahkan berkas perkara ke Kejaksaan Negeri Timika. “Sudah saya sampaikan ini kasus yang mudah pembuktiannya. Sesegera mungkin berkasnya kita serahkan ke kejaksaan,” kata Kapolres.

Polres Mimika telah menyampaikan permintaan maaf atas penganiayaan yang dilakukan oknum anggotanya. Dia juga mengecam tindakan oknum anggotanya tersebut.

Ia berjanji penanganan kasus itu akan terbuka. Wartawan dan masyarakat bisa mengawal dan mengawasi langsung perkembangan kasus tersebut. Victor berharap kejadian serupa tak akan terulang lagi di kemudian hari.

Menyikapi aksi penganiayaan terhadap rekan seprofesinya, puluhan wartawan dari berbagai media di Kota Timika menggelar demonstrasi sebagai aksi protes di Mako Polres Mimika, Senin (13/11). Usai menyerahkan pernyataan sikap, wartawan kemudian menemui anggota DPRD Mimika meminta ikut mengawal kasus tersebut.

Wartawan Okezone Saldi dianiaya oknum personel polisi. Penyebabnya bermula karena korban mengunggah status di akun media sosialnya yang mengkritik cara aparat keamanan menghadapi tindak kekerasan di Papua. Mereka sering kali menggunakan tindak represif. Saldi mengaku tidak menyebut institusi di dalam unggahan itu. Namun, tidak lama pasca-mengunggah status tersebut, ia diculik Satuan Sabhara Polresta Mimika. Ia diculik saat tengah duduk di depan Satlantas Polres Mimika. Saldi kemudian dibawa ke Jalan Budi Utomo lalu dianiaya hingga babak belur. (edward)

Komentar

News Feed