oleh

BPJS Defisit Anggaran, Ini 9 Penyakit Tak Dibiayai Full

BPJS mulai kelimpungan mengurangi defisit hingga mencari mencari solusi atas permasalahan defisit yang dialami oleh lembaga itu.

MATARAKYATMU.COM I ‎Rapat dengar pendapat terakhir (23/11) antara Komisi IX DPR RI dengan Direksi dan Dewas BPJS Kesehatan, salah satu isu yang paling banyak disoroti adalah persoalan defisit yang melilit BPJS.

Salah satu faktor yang menyebabkan defisit dialami BPJS karena membengkaknya biaya pengobatan bagi peserta yang menderita penyakit katastropik. Seperti jantung, ginjal, kanker, stroke, thalasemia, leukimia, sirosis hepatitis, dan hemofilia. Untuk pengobatan penyakit tersebut, BPJS Kesehatan menghabiskan hampir 20 persen dari total anggaran yang ada. Karena itu, BPJS Kesehatan mengusulkan agar penyakit-penyakit katastropik itu dilakukan kebijakan cost sharing.‎
‎‎
Cost sharing adalah berbagi biaya antara BPJS Kesehatan dengan pasien atau keluarganya. Artinya, BPJS mengusulkan agar tidak semua biaya dibebankan kepada mereka. Katanya, cost sharing ini hanya berlaku bagi peserta mampu dan mandiri,” jelas Saleh.‎

Menanggapi usulan itu, Komisi IX meminta agar BPJS Kesehatan membuat simulasi pembiayaan dengan sistem cost sharing seperti itu. Sebab, kebijakan seperti itu tetap akan berimplikasi bagi aspek lain, termasuk kepesertaan dan pelayanan.

Sebab bisa jadi dengan kebijakan itu, orang mampu justru pindah ke asuransi swasta dan kalaupun tetap di BPJS, tentu mereka menginginkan agar mendapatkan pelayanan yang berkualitas dan lebih baik.

“Karena itu, kami mengusulkan agar BPJS membuat simulasi pembiayaan dengan sistem cost sharing ini,” kata Saleh, salah satu anggota Komisi IX.Minggu (26/11).

Diharapkan, dengan simulasi, akan ketahuan berapa sebetulnya nilai penghematan yang didapat, berapa persen bisa menutupi defisit. Lalu bagaimana cara yang akan ditempuh agar masyarakat yang mampu tetap mau menjadi peserta BPJS, serta cara BPJS kesehatan meningkatkan pelayanan bagi mereka yang membayar lebih.

Komisi IX tentu tidak mau jika skema baru ini diterapkan tetapi tidak memiliki dampak. Bagaimanapun harus diakui bahwa BPJS kesehatan sangat dibutuhkan oleh masyarakat, terutama dari kalangan kurang mampu. “Karena itu, harus dipastikan bahwa BPJS tetap bisa beroperasi sebagaimana harapan semua pihak,” katanya. (NL)

Komentar

News Feed