oleh

Di Atas Sajadah Cinta.

Terbangunku disepertiga malam
Kulangkahkan kakiku dipekatnya malam. Aku takkan pernah perduli yang ada disekelilingku, walau dingin menikam sum-sum. Langkah kaki tak terhentikan walau tergoda oleh indanya mimpi.

Tundukkan malam berbuat ihsan..
Tebarkan sajadah nyalakan iman..
Terlena sujud di belaian Tuhan..
Mohon ridho dan ampunan..
Bersihkan diri dari dosa dan kesalahan..
Menjadikan malam penuh keberkahan..

Dalam sujud kurebahkan diri dihadapan sang Khalik. Memohon ampunan merenungi hidup yang di selimuti kabut hitamnya dunia. Berderai air mata berlinang dosa membasahi hamparan sajadah cinta.

Dalam sujudku berdo’a, ya… Allah jauhkanlah diriku dari dosa sebagaimana engkau menjauhkan antara timur dan barat. Ya… Allah bersihkanlah hati ini sebagaimana engkau mensucikan embun dan salju.

Seusai tahajudku, ku merenung diri di atas hamparan sajadah cinta sang khalik. (Yudhy)

Ya Allah ya Rahman ya Rahim, dengan keagungan kasih dan sayang-Mu kau bimbing hamba dalam samudra cintamu. Ya Allah tiadalah kekasih yang pantas untuk di cintai melainkan yang Maha cinta. Karena cintaMu hamba bersahaja, karena cintaMu hamba bermunajad.

Ya Allah, engkaulah kekasih sang Maha kasih. Pantaskah diri yang penuh dengan nista ini mencintaiMu.? Pantaskah dosa ini yang menjadi hiasan cintaMu,? Pantaskah noda yang akan menjadi dinding-dinding cintaMu,? Pantaskah diri ini menjadi kekasihMu.? Pantaskah diri ini menghadap kepadaMu dengan noda dan dosa.? Pantaskan semua itu akan terjadi.?

Ya Allah.. Walau engkau meninggalkan hamba, namun hamba yakin bahwa engkau tak akan membiarkan hambaMu ini berlarut dalam kesendirian di kegelapan malam ini. Hamba yakin bahwa Rahmat dan RahimMu pasti tercurahkan pada dunia ini.

Rabbana aatina fidduniya hasanah, wafil aahirati hasanatauw wakina ajabannar.

Yudhy

Komentar

News Feed