oleh

Terus Sudutkan Setya Novanto, Ini Kisah Tragis Dialami Ketua GMPG

-Politik-1.174 views

MATARAKYATMU.COM I Nasib Ketua Gerakan Muda Partai Golkar (GMPG) Ahmad Doli Kurnia, berakhir tragis. Berjuang menjaga citra partai Golkar malah dipecat bahkan diposisikan akibat celotehnya.

Tapi, Didi tak ambil pusing dengan pelaporan dirinya ke Polda Metro Jaya oleh Wakil Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar Jakata Timur Johnson Silitonga.

Menurut dia, hal tersebut merupakan risiko perjuangan. “Buat saya biasa saja, artinya bagi kita memperjuangankan kebenaran itu pasti ada risikonya,” kata Doli saat ditemui di kawasan Cikini, Jakarta, Sabtu (25/11).

Doli mengklaim sikap kritisnya terhadap kepemimpinan Setya Novanto semata-mata hanya untuk menyelamatkan partai berlambang beringin dari keterpurukan. Golkar saat ini sedang disorot negatif oleh publik karena kasus hukum yang menjerat Setnov selaku pucuk pimpinan partai.

Setnov diduga terlibat dalam korupsi proyek pengadaan e-KTP yang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi. Dia kini ditahan KPK dan tengah mengajukan gugatan praperadilan.

“Karena kami merasa ini masa depan kami, anak-anak muda di Golkar ini masa depannya harus diselamatkan. Mereka enggak punya masa depan kalau Golkar enggak punya masa depan,” ujarnya.

Doli sendiri sudah dipecat oleh Golkar atas tindak tanduknya selama ini yang kritis terhadap Setnov. Namun, Doli sudah mengajukan surat keberatan atas pemecatan itu ke Mahkamah Partai Golkar.

Doli dilaporkan ke polisi karena selama ini sering mengkritik kepengurusan Golkar yang dinilai tidak patuh pada aturan. Salah satu kritik Doli menyebut praperadilan Setnov sebagai wujud matinya keadilan.
“Jadi saya justru melakukan ini karena saya cinta Golkar. Saya ingin menyelamatkan Golkar di mata publik,” tuturnya.

Menurut Doli, sangat aneh ketika ada kader yang kritis demi kepentingan partai justru dilaporkan ke pihak berwajib. Dia mengaku siap dipanggil polisi untuk menjelaskan laporan dugaan pencemaran nama baik melalui media elektronik terhadap kepengurusan Golkar.

“Saya ikuti saja. Kalau misalnya dipanggil saya akan jelaskan. Saya merasa bahwa kita merasa tidak dalam posisi yang salah dan memperburuk Golkar,” kata dia. (NL)

Komentar

News Feed