oleh

Ciutan Ahmad Dani Tak Ada Hubungan Pilkada DKI, Begini Kata Pengacaranya

MATARAKYATMU | Selama hampir 20 jam, musisi Ahmad Dhani diperiksa sebagai tersangka kasus ujaran kebencian lewat media sosial. Pengacara Dhani, Hendarsam Marantoko, mengatakan kliennya diperiksa soal tiga cuitan (tweet) yang diduga berisi ujaran kebencian.

Pada saat pemeriksaan dilakukan, satu cuitan yang diakui Dhani ialah yang bertuliskan soal meludahi wajah setiap pendukung penista agama.

“Yang satu cuitan itu yang dibuat Dhani, tentang ludah itu, setiap pendukung penista agama adalah bajingan yang wajib diludahi wajahnya. Itu aja yang diakui Mas Dhani,” ujar dia seperti termuat di laman detik.COM.

Dia menganalogikan pendukung penista agama dengan pendukung pemerkosa. Pemeriksaan yang dilakukan, menurutnya, berkutat soal cuitan tersebut.Hendarsam mengatakan terkait hal cuitan tersebut, tak memiliki kaitan dengan mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Menurutnya, cuitan soal penista agama tersebut bersifat normatif.

Sementara itu, untuk dua cuitan lainnya, Dhani menyatakan tak membuat cuitan tersebut. Hendarsam mengatakan admin yang mengelola akun Ahmad Dhani sudah mengakui hal tersebut.

Ahmad Dhani ditetapkan sebagai tersangka. Surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) kasus Ahmad Dhani juga sudah dikirim ke kejaksaan pada Kamis (23/11).

Kasi Penkum Kejati DKI Jakarta Nirwan Nawawi mengatakan Ahmad Dhani disangkakan polisi dengan Pasal 28 ayat 2juncto Pasal 45a ayat 2 UU ITE. Ancaman penjara maksimal dalam pasal itu ialah 6 tahun penjara. (noor)

Komentar

News Feed