oleh

UIT dan MUI Buat Kesefahaman, Ini Tujuannya

MATARAKYATMU | Rapat Koordinasi Bidang Informasi dan Komunikasi Majelis Ulama Indonesia Susel, membahas optimalisasi Peran MUI dalam Pembinaan Keutamaan di Sulawesi Selatan” di Hotel Wisata II UIT Jalan Haji Bau Makassar.

Kegiatan diawali penandatanganan MoU Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulsel dengan Universitas Indonesia Timur (UIT), Harian Amanah, dan Flock Indonesia.

Dr. (HC) AGH Sanusi Baco, Lc. Ketua MUI Sulsel dalam sambutannya mengatakan, dalam Islam diajarkan kita tentang komunikasi yang santun, karna dalam Alquran terdapat bahasa yang sangat santun, olehnya itu jagalah itu Alquran agar komunikasi tetap terjaga dan tidak menyakiti orang lain, santun.

Prof. DR. H.Basri Wello, Rektor UIT menyampaikan maksud dari MoU yang dilakukan bersama MUI dilakukan dalam rangka peningkatan kapasitas Fakultas Agama Islam, terutama dalam Bidang Penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di luar dan juga bisa bekerja sama dengan dosen-dosennya dalam hal pengembangan syiar Islam.

Lanjut dikatakan, kita ingin bagaimana Mahasiswa memburu dari bidang Ilmu pengetahuan dan tekhnologi tapi juga tidak melupakan ketakwaannya kepada Tuhan yang Maha Esa.” tuturnya.

Dikatakan Prof Basri, , kami berharap kepada para dosen dan juga Masyarakat dapat bekerja sama dalam mencounter isu-isu yang merusak anak muda, kita lihat sekarang ini kita di serang dengan isu-isu yang massive dari medsos.

Tentunya, kata Prof Basri lagi, tentunya kita pun harus melawan ini dan harus massive pula, karena ini bukan hanya tangggung jawab MUI tapi ini adalah tanggung jawab kita semua.

Olehnya itu, harap mantan Koordinator Kopertis Wil.IX ini,  anak anak kita yang di serang secara massive dari medsos seperti video porno, Bullying, sampai terjadinya dekadensi moral dan sebagainya hingga perlu mengajarkan tidak melakukan hal buruk serta membangun Self Control dari internal, mengajarkan anak anak melihat dari segi cultural dan dari segi religius.

Selanjutnya ia pun menjelaskan terkait isu yang sampai hari ini masih menyerang UIT membutuhkan waktu dan melakukan konsolidasi internal melakukan counter terhadap isu negatif ke UIT.

Diakui Prof Basri jika UIT terus bergerak maju terutama melakukan akreditasi prodi-parodi yang ada.dan beberapa telah terakreditasi. “Kekurangan-kekurangan selama ini terus dilakukan perbaikan sebab tak satu pun PTN dan PTS memiliki kesempurnaan mutlak,” tegasnya. (adji)

 

Komentar

News Feed