oleh

Mayat Warga Digotong 36 Kilometer, Ini Ungkapan Kesedihan Bupati Lutra

-Lutra-1.216 views

MATARAKYATMU | Kasus jenasah digotong hingga puluhan kilometer terjadi kembali setelah sebelumnya menjadi vital terjadi di Kajang Kab. Bulukumba. Jenazah Mesek Wungko digotong warga sejauh 36 km menembus hutan dan sungai. Akibat infrastruktur jalan bel maksimal dikerjakan.

Beberapa wilayah di Rampi seperti terisolir dengan infrastruktur jalan yang sulit dijangkau kendaraan. Walau pun demikian upaya pemerintah daerah Luwu Utara, terus membuka akses dengan maksimal dengan kucuran dana tak sedikit dan terus setiap tahun dimasukkan di APBD.

Kejadian ini menghadirkan kesedihan mendalam Bupati Lutra, Indah sekaligus prihatin melihat prosesi pemakaman terhadap warganya. ” Indonesiani ada hikmahnya, utamanya bagi jajaran pemerintah daerah untuk melakukan percepatan pembangunan, khususnya terkait infrastruktur jalan ke Kecamatan Rampi,” ujar Bupati Indah Putri.

Menurut Indah, sebelum ada peristiwa ini, pemda sebenarnya sudah melakukan berbagai upaya percepatan penyelesaian pekerjaan jalan menuju Rampi, dengan membuka beberapa titik jalan. Alat berat kami sudah lama beroperasi di sana.

Pekerjaan jalan di medan yang berat seperti Rampi, ujar Indah, membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Pemerintah juga tengah mengupayakan jalan tersebut berubah status menjadi jalan negara mengingat akses jalan itu menghubungkan dua provinsi, yaitu Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah.

Masih kata Indah, kondisi lahan yang cukup labil karena berada di wilayah hutan lindung mengakibatkan pekerjaannya menyita waktu yang cukup panjang. Pemerintah daerah tidak pernah menutup mata, apalagi tidur, melihat kondisi ini. Sudah setahun belakangan kami berupaya membuka akses jalan baru menuju Rampi yang progresnya sudah mencapai 3 km dari target 6 km dengan dana APBD 2017.

Komitmen pemda juga ditunjukkan dengan tersedianya fasilitas kesehatan di daerah terpencil, seperti puskesmas rawat inap di Desa Sulaku Rampi dengan tenaga medis dan lainnya, sesuai Permenkes 75 Tahun 2014 tentang Puskesmas.

“Untuk infrastruktur kesehatan, kita juga telah membangun Puskesmas Rampi yang dulunya cuma bisa rawat jalan, sejak Juli 2017 sudah menjadi rawat inap dengan 144 penyakit yang tidak boleh dirujuk, harus selesai di puskesmas,” beber Indah.

Puskesmas ini, lanjut Indah, diharapkan semua pasien bisa berobat di sana, dan tidak perlu lagi jauh-jauh ke Kota Masamba atau Palopo untuk berobat. Pemerintah akan selalu hadir di kehidupan masyarakatnya, mulai aspek pelayanan, kesejahteraan, keamanan, sampai pada akses transportasi serta infrastruktur lainnya sebagai penopang keberlangsungan penyelenggaraan pemerintahan guna mewujudkan masyarakat yang adil dan sejahtera,” urai Indah.
(Edhi)

Komentar

News Feed