oleh

Perjalanan Dinas 4,7 M Dicoret DPRD Sulbar, Ini Pertimbangannya

-Daerah-1.855 views

MATARAKYATMU |Rencana perjalanan dinas bagi pejabat maupun OPD keluar negeri dengan misi dagang dengan anggaranRp 4,7 M tidak disetujui Komisi B DPRD Sulbar. Ada komentar miring jika usulan tersebut benar misi dagang atau buat nonton piala dunia 2018.

Saat Matarakyatmu.com memperoleh informasi tersebut maka langsung melakukan konfirmasi kepada salah satu anggota komisi II Sukri Umar (9/12), Saat dikonfirmasi membenarkan jika ada program masuk yang melekat di penanaman modal sebanyak 4 milyar lebih, dengan judul programnya adalah misi dagang ke Rusia.

“Saya tanya, apa tujuannya ini..?, Apa maksudnya ini..?, dia bilang itu untuk promosi beberapa prodak sekalian juga promisi budaya. Saya bilang kalau budaya itu jangan di penanaman modal,” Kata Sukri Umar.

“Dia bilang lagi ini ada beberapa produk di pertanian kita mau pasarkan, saya tanya lagi apa itu..?, Dia jawab itu kopi, saya bilang memang kopi nya darimana..?, dia bilang kopi dari Mamasa, maka marahlah salah satu teman aahh…kamu ini asal ngomong saja. ketua komisi saya bicara karna kebetulan orang Mamasa, data ini kamu ambil darimana kamu tau kopi di Mamasa itu sudah semakin sedikit produksinya,” Cetus Sukri Umar.

Sukri Umar melanjutkan, Akhirnya keputusannya, karna tidak rasional, kopinya juga sedikit, maka kita coret, kami setuju misi dagang, tapi kita lihat dulu produknya apa.

“Untuk menghabiskan uang 4 milyar ini, karna kopinya tidak jelas datanya maka saya sarankan 4 milyar itu di pakai tanam kopi dulu baru di promosikan,” Jelas Sukri Umar.

“Ada juga teman yang bercanda bahwa, jangan-jangan ini bukan misi dagang tapi nonton piala dunia, di jawablah salah satu diantara mereka “iya pak kita sambil nonton” maka saya bilang waah… ini yang tidak beres. Ini misi dagang atau mau nonton piala dunia,” Sambung Sukri Umar.

Sukri Umar menambahkan, Intinya kami di komisi II sudah coret itu anggaran 4 milyar. Harus nya batal tapi boleh jadi mereka paksakan, saya rasa-rasa ini ada kekuatan yang mau masukkan itu barang.

“Nanti kita liat di rancangan APBD masuk atau tidak, saya belum bisa berespekulasi masuk atau tidak. Kalau sudah masuk berarti ada mekanisme yang dia lompati karna harusnya dia tertuang di KUA-PPAS tapi kemarim kami sudah coret, di baggar juga sudah di coret,” Kunci Sukri Umar.

Laporan: Basri

Komentar

News Feed