oleh

Tekan Angka Kriminal di Wilayah Hukum Polres Gowa, Ini 5 Cara Akan Dilakukan

-Daerah-3.953 views

MATARAKYATMu| Tingginya angka kejahatan bermotif penganiayaan dengan menggunakan senjata tajam, serta pengancaman yang dilatarbelakangi ketersinggungan dan sakit hati membuat Kapolres Gowa, AKBP Shinto Silitonga SIK., MSi lebih konsentrasi guna mengatasi hal tersebut. Minggu, (10/12/17)

Dari beberapa pengungkapan, diporelah informasi bahwa ternyata pelaku dominan telah membekali diri dengan senjata tajam. Rasa sakit hati dan ketersinggungan spontan terakumulasi dalam tindakan kekerasan dan pengancaman menggunakan senjata tajam, seolah menjadi budaya bagi masyarakat Gowa.

Sesuai dengan tugas pokoknya sebagai pelindung dan pengayom masyarakat, POLRI tidak dapat membiarkan budaya seperti itu terus terjadi. Polres Gowa harus menyikapi permasalahan ini dengan kegiatan strategis kepolisian sehingga pada akhirnya dapat mengintervensi budaya tersebut menjadi budaya yang positif.

Melalui Kasubag Humas, M. Tambunan, AKBP. Shinto Silitonga menerangkan “Jika terus dibiarkan, maka penganiayaan dan pengancaman akan terus membudaya, tidak tertutup kemungkinan permasalahan tersebut muncul dalam konflik terbuka antar golongan, suku, ras dan agama. Bahkan dapat dibelokkan menjadi konflik bermuatan politik. Inilah yang harus diintervensi dengan tegas, cepat dan konsisten oleh Polres Gowa.” Terangnya

Meski baru dilantik sejak 4 Desember lalu, namun lanjutnya menegaskan “Kebijakan ini tentu saja harus diaplikasikan di lapangan untuk dapat mengukur efektifitas peran Kepolisian dalam mengintervensi suatu budaya. Fungsi Controlling para perwira memainkan peran penting untuk meyakinkan bahwa kebijakan tersebut terlaksana secara tegas, cepat dan konsisten.” tegasnya

Sebagai pengelola Kamtibmas di wilayah Gowa, Kapolres Gowa AKBP. Shinto Silitonga SIK, MSi telah mengeluarkan beberapa kebijakan strategis untuk mengintervensi budaya tersebut, antara lain dengan memerintahkan piket harian Polres dan seluruh Polsek untuk melakukan Operasi Cipta Kondisi di jalan rawan dan waktu rawan, dipimpin perwira dan Kapolsek, agar menggeledah para pengguna jalan untuk menemukan senjata tajam dan benda-benda mencurigakan lainnya.

Selain itu, melakukan penindakan secara tegas dan cepat kepada para pelaku penganiayaan dan pengancaman, sehingga tidak meluas menjadi konflik terbuka.

Menindak pelaku penganiayaan, pengancaman dan penguasaan senjata tajam secara ilegal dengan tegas hingga ke Pengadilan untuk mendapatkan Therapy Effect dan Detterence Effect.

Mengoptimalkan fungsi Edukasi oleh setiap personil melalui berbagai media, mulai dari Komunikasi 2 arah ke pihak lain, Sosialisasi, memanfaatkan Media Sosial maupun media lainnya untuk memberi pemahaman kepada warga Gowa bahwa membawa senjata tajam adalah kejahatan.

Melokalisir potensi konflik pasca peristiwa penganiayaan dan pengancaman terjadi dengan mengedepankan fungsi intelijen (Edho)

Komentar

News Feed