oleh

Genderang Rump Chek Ditabuh Upaya Meningkatkan Keselamatan Lalulintas Angkutan di Sulsel

-Daerah-1.349 views

MATARAKYATMU | Menjelang Natal 2017 dan Tahun baru 2018, Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat menginstruksikan pelaksanaan inspeksi keselamatan lalu lintas angkutan jalan (rump check) di Terminal, Jembatan Timbang, Pool  kendaraan dan tempat yg  memungkinkan dilakukan rump check di seluruh Indonesia.

“Iya kemarin langsung diinstruksikan oleh pak Dirjen dan saya juga sudah instruksi am keseluruhan jajaran BPTD Wil XIX Sulselbar, kemarin saya langsung terbang ke Mamuju untuk  mengecek kesiapan teman teman di Terminal Simbuang sebagai titik awal dan tujuan pemberangkatan pelayanan AKAP dan AKDP di wilayah Sulbar. Hari ini saya bersama teman teman termasuk para Assosiasi Angkutan barang dan Kasatlantas  serta Jasa Raharja menyaksikan para petugas melakukan penimbangan dan pemeriksaan pemenuhan persyaratan teknis dan laik jalan, ujar Benny Nurdin.

Lanjut Kepala BPTD Wilayah XIX Sulbar mengatakan bahwa kegiatan ini diinstruksikan kepada seluruh Kadishub provinsi dan Kadishub kabupaten/kota. Tahun ini memang agak berbeda dengan tahun tahun sebelumnya karena rump check tahun ini juga dilakukan terhadap kendaraan angkutan barang, makanya kami di Sulsel fokus di UPPKB Maccopa kata Benny lagi..

Kinerja keselamatan jalan di Sulsel memang dirasakan masih sangat kurang, hal ini terlihat masih banyaknya pelanggaran di Jembatan Timbang. Kami juga serba dilema di satu sisi kami harus mengikuti aturan tapi disisi lain kami harus mencari nafkah kata salah seorang pemilik kendaraan yg menurutnya sudah 3 minggu tidak mengoperasikan kendaraannya, kalau begini pak saya ndak tahu lagi akunya sopir yang terjaring.

Kepala BPTD Wilayah .XIX menyikapi hal ini menyambut baik keluhan para sopir dan transporter, langkah bijak adalah memang  terus akan berkomunikasi dengan para transporter khususnya aparat Assosiasi pengangkutan barang, kalau memang benar biaya operasional yang ditanggung transporter dengan daya angkut yg ditetapkan di buku uji tidak sebanding.

Tentu, ujar Benny lagi,  kita akan duduk sama sama termasuk pihak Balai jalan untuk mencari solusinya, memang saat ini tarif angkutan barang belum diatur, olehnya saya sudah minta ke Asosiasi untuk memberi masukan tarikf ideal sperti apa?

Biar bisa dibahas dan pemerintah bisa menetapkan tarif batas bawah batas atas  sehingga tarif tidak liar kata benny, lanjut mengatakan jangan jangan produsen atau pemilik barang sudah untung tapi karena faham kondisi mereka ikut menekan transporter, olehnya kami juga akan memanggil produsen untuk duduk bersama.

Terkait kegiatan rump check Angkutan barang  terus dilakukan sampai tanggal 20 Desember 2017 dan pertemuan dengan Assosiasi ketua Alfi/ilfa dan Aprindo mendukung penuh kebijakan pemerintah, namun mengingat kondisi biaya logistik di Makassar yang sangat murah,  Ifo sapaan akrab ketua Alfi meminta agar bisa di beri jangka waktu penyesuaian.

“Kami juga mau pak semua berjalan sesuai aturan tapi kalau kami harus segera mengganti unit tentu butuh waktu dan investasi besar, bayangkan pak saat ini ada 1.800 kendaraan pengangkut peti kemas di pelabuhan tapi hanya 10 persen trailer, jadi ini juga harus menjadi pertimbangan  karena bisa stagnan ujar Ifo.

Sementara itu  dari Aprindo dan Organda pelabuhan minta agar ada pembatasan usia dulu terkait Angkutan tronton sebab saat ini nasib ada angkutan barang tronton yang tahun pembuatan tahun 90 an, olehnya kalau ini bisa kita narsis dulu, karena menyangkut juga aspek keselamatan.

Kami apresiasi dengan langkah yang dilakukan pak Ka.Balai, yang mau mengajak kami bicara walaupun tidak terlalu formal, justru ini yang bagus. Terus terang nanti pak Benny ini baru saya injak kantor jembatan tibang ujar, Ifo.

Benny mengatakan bahwa kedep&an aspirasi teman teman kita akan bicarakan segera, tapi terkait aspek keselamatan atau pemenuhan persyaratan teknis dan laik jalan benny mengatakan tidak ada toleransi, hari ini saja (10 sember 2017)  dari 13 unit yang di rump check semua tidak lulus dan ditilang.

Juga ada 2 unit kita tunda perjalanannya karena sangat membahayakan kondisi keselamatannya, ban gundul, tidak ada surat surat, tidak ada Twist lock(pengunci sudut peti kemas), ini kan bahaya kalau peti kemas jatuh bisa menimpa pengguna jalan lainnya.

Sebelum meninggalkan jembatan timbang para ketua Assosiasi pengangkutan sepakat dan mendukung penuh terkait pemenuhan persyaratan teknis dan lain jalan. Siap pak Benny kami dukung pak karena ini juga menyangkut keberlangsungan usaha dan keselamatan bersama ujur agregat penasehat organda pelabuhan yg juga hadir menyaksikan giat rump check dan ikut pertemuan di selamat giat rump check.(BN)

Komentar

News Feed