oleh

Merajut Kasih di Medsos Ketemuan Langsung Diperkosa, Begini Kisahnya

-Daerah-1.842 views

MATARAKYATMU | Hati-hati berkenalan di media sosial bisa jadi nasib apes seperti kejadian seperti dialami seorang gadis cantik. Sadis! Usai dirampok, digagahi, seorang wanita cantik dicekik hingga sekarat dan pendarahan di kawasan perladangan Dusun V, Desa Tengah Sei Mencirim, Kecamatan Kutalimbaru, Deli Serdang.

Seperti dikutif Matarakyatmu.com dari medansatu.com, Jumat (15/12/2017) menyebutkan, korban berinisial YKD (34), warga Jalan Nasional, Kelurahan Medan Tenggara (Menteng), Kecamatan Medan Denai, Kota Medan. Saat ini kasusnya telah ditangani Polsek Kutalimbaru-Polrestabes Medan.

Kapolsek Kutalimbaru AKP Martualesi Sitepu saat dikonfirmasi wartawan membenarkan peristiwa tersebut. “Korban ditemukan warga, kemudian dilaporkan ke polisi,” katanya.

Awalnya warga mengira karyawan toko roti tersebut sudah tewas, karena saat ditemukan wanita itu dalam kondisi bersimbah darah. Saat polisi datang ke tempat kejadian perkara (TKP), ternyata korban masih hidup.

Korban kemudian dilarikan ke Klinik Sunarti di Desa Sei Mencirim. Setelah mendapat perawatan, akhirnya korban mulai pulih dan bisa dimintai keterangan. Ternyata pelakunya, adalah pria yang dikenalnya di media sosial (medsos).

Korban saat dilarikan ke Klinik Sunarti. (foto: istimewa)

AKP Martualesi mengatakan, wajah korban lembam-lembam, babak belur, sehingga hampir tidak bisa dikenali. “Identitas korban diketahui dari KTP-nya yang berada di dalam tas,” terangnya.

Meski masih sulit bicara, namun korban bisa menjelaskan pelakunya. Korban mengatakan, awalnya dia dan pelaku janjian di medsos untuk copy darat (ketemuan) di Simpang Melati, Medan Tuntungan.

“Pelaku lalu membonceng korban mengendarai sepeda motor ke lokasi. Di tempat itu pelaku mengajak korban berhubungan, karena menolak, pelaku lalu melakukan secara paksa sambil mencekik leher korban dan memukuli wajahnya,” sebutnya.

Mengira korban tewas, pelaku berinisial D tersebut lalu meninggalkan korban di ladang tersebut. Sejumlah barang berharga milik korban, termasuk 1 unit HP dan uang sebesar Rp 600 ribu, lalu dibawa kabur.

“Karena masih kritis, korban kemudian dirujuk ke RSUPH Adam Malik Medan. Kasusnya masih dalam penyelidikan, sejumlah saksi telah diperiksa,” tandasnya. (*)

Komentar

News Feed