oleh

Laboratorium Narkoba Dibongkar BNN, 8 Ditetapkan Tersangka

Hotel MG di Tanjung Duren (foto :ist)

MATARAKYATMU | Sebuah hotel digeruduk BNN dinihari tadi dan ditemukan pabrik shabu di lantai 4 yang telah beroperasi dua tahun dengan omzet triliunan rupiah. Sayang, Pemilik berhasil kabur.

Untuk menikmati shabu cair di hotel tersebut tidak mudah sebab manajemen memberlakukan member dan tidak semua pengunjung tau jika minuman yang disodorkan mengandung narkoba.

Modus operandi produksi dan peredaran narkoba cair begitu rapih tertutupi sebelum aparat berhasil membongkar praktik laboratorium narkoba dini hari tadi.

Seperti diketahui, Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama sejumlah aparat Polri dan TNI menggerebek diskotek MG Internasional Club , Jalan Pangeran Tubagus Angke, Wijaya Kusuma, Jakarta Barat, Minggu 17 Desember 2017 dini hari WIB. Selain mengamankan ratusan pengunjung, penyidik BNN juga menemukan pabrik Sabu dan ekstasi.

Saat penggerbekab, aparat gabungan langsung melakukan tes urin kepada pengunjung diskotik, dan mendapati ratusan pengunjung yang terindikasi positif narkoba.

Dari hasil pemeriksaan melalui tes urine, 120 orang yang terdiri 80 laki-laki dan 40 perempuan ini dinyatakan positif menggunakan narkotika.

Tidak hanya melakukan tes urine, anggota BNN pun kemudian mengepung diskotik tersebut, dan menyebar ke tiap-tiap lantai, termasuk lantai 2, 3 dan 4 yang masih dalam tahap pembangunan atau belum rampung.

Dari lantai 2, Tim gabungan menemukan narkoba dan miras yang sudah siap edar. Sementara dari lantai 3 dan 4 ditemukan pabrik dan laboraturium pembuatan sabu dan ekstasi.

Polisi mengamankan lima orang yakni Wastam (43), Ferdiansyah (23), Dedi Wahyudi (40), Mislah (45), dan Fadly (40) yang diduga sebagai pengedar narkotika jenis pil ekstasi dan shabu, lalu mereka menunjukan tempat produksi barang haram itu.

Seorang tersangka bernama Rudi yang diduga sebagai pemilik dan operator laboratorium narkotika berhasil meloloskan diri.

Deputi Bidang Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari mengatakan, pabrik narkotika yang ditemukan di Diskotek MG itu masuk dalam kategori laboratorium narkotika yang besar.

Mereka menyediakan laboraturium yang digunakan untuk memproduksi barang haram tersebut. Barang bukti prekursor zat kimia bahan pembuatan pil ekstasi dan shabu juga telah diamankan.

“Diskotek ini difungsikan untuk menyediakan narkotika sabu dan ekstasi dalam versi cair, termasuk menyediakan miras campur narkotika,” ucap Arman kepada wartawan, Minggu, 17 Desember 2017.

Polisi kemudian langsung mensterilkan lokasi dengan cara memasang garis polisi, untuk pemeriksaan lebih lanjut. Atas perbuatannya para tersangka dijerat Pasal 114 ayat (1) UU No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Beberapa menit lalu, delapan orang tersangka yang mengketahui dan terlibat pada laboratorium narkoba di hotel MG telah ditetapkan sebagai tersangka dan kini berada di BNN menjalani pemeriksaan intensif.  NL

Komentar

News Feed