oleh

Diduga Tewas Tertembak, Orang Tua Korban Lapor Ke PBHI Serta Propam

Matarakyat| Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia (PBHI) Wilayah Sulawesi Selatan melalui Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum, Andi Wawan, SH dalam waktu dekat akan melakukan investigasi lebih mendalam terhadap peristiwa ini terlebih korban penembakan adalah seorang anak dibawah umur.

PBHI juga mendesak Kapolda Sulawesi Selatan untuk menginstruksikan jajarannya agar segera mungkin menindaklanjuti laporan orang tua almarhum di Propam Polres Gowa bernomor: STPL/16/XII/2017/SI PROPAM bertangggal 10 Desember 2017 Pukul 15.00 WITA.

Laporan polisi

Polsek Bajeng membenarkan telah melakukan tindakan tegas kepolisian terhadap SA, pelaku tindak pidana Curat dan Curanmor yang telah beberapa kali melakukan kejahatan  di wilayah Bajeng. Minggu, 17 Desember 2017

Pada saat awak media konfirmasi terkait laporan pihak keluarga dari korban penembakan sehingga meninggal dunia sehingga orang tua melapor di Propam Polres Gowa.

Kapolres Gowa AKBP Shinto Silitonga Sik MSi.menjelaskan, hasil penyelidikan awal Propam diperoleh info bahwa pelaku berusaha melarikan diri sehingga Polsek Bajeng melakukan tindakan tegas kepolisian yang mengakibatkan pelaku meninggal dunia

Kemudian atas tindakan tegas kepolisian tersebut pihak keluarga melaporkan personil Polsek Bajeng tidak profesional ke Propam Polres Gowa

Hingga sampai saat ini Propam Polres Gowa sedang berproses untuk mengumpulkan informasi dari berbagai pihak guna melayani dumas dari pihak keluarga tersebut, ujarnya

Sambungnya, pada prinsipnya Polres Gowa akan transparan dan objektif dalam melayani laporan dari keluarga, dan saat ini Propam Polres Gowa sedang berproses untuk itu.

Agar pihak keluarga dapat memberikan segala informasi yang dibutuhkan oleh Propam sehingga semua informasi dapat dianalisa secara komprehensif, ungkapan dari AKBP Shinto Silitonga yang belum lama ini menjabat sebagai Kapolres Gowa

Disisi lain pihak kelaurga mencari keadilan dikarenakan banyak keganjilan atas meninggalnya Syamsul Alam, yang diduga pelaku curanmor di Bajeng tewas ditembak Polisi

Kejadiannya bermula saat  Syamsul Alam lewat di depan sebuah pesta pernikahan sambil mendorong motor karena kehabisan bahan bakar.

Kemudian ada salah satu warga menegur dan bertanya kenapa dorong itu motor? Karena banyak orang berkumpul kemudian warga menduga pelaku curanmor, akhirnya Syamsul Alam diarahkan oleh warga ke dalam area pesta untuk diamankan. Tak lama berselang polisi datang menjemput.

Pagi hari sekitar jam 06.00 Wita, 09 Desember 2017, orang tua korban penembakan diberitahu oleh keluarganya bahwa anaknya telah meninggal di RS. Bhayangkara.

Keluarganya Kemudian menjemput jenazah Syamsul Alam di RS. Bhayangkara. Menurut keterangan orang tua korban, ada beberapa kejanggalan di balik meninggalnya Syamsul Alam.

Bahwa pada awalnya almarhum dibawa oleh pihak kepolisian ke Kelurahan Mataallo, Kecamatan Bajeng untuk menunjukkan lokasi TKP.

Dari keterangn polisi yang disampaikan almarhum anak saya berupaya melarikan diri sehingga diambil tindakan tegas dengan cara ditembak tiga kali, dua tembakan di punggung dan satu di bawah ketiak dengan didahului tembakan peringatan.

Bahkan keterangan lain yang disampaikan pihak kepolisian bahwa almarhum dikeroyok massa, namun setelah keluarga memeriksa pada tubuh almarhum sama sekali tidak ditemukan lebam atau pukulan benda keras.

Kadiv Advokasi dan bantuan hukum PBHI Wilayah SulSel, Andi Wawan, SH. menjelasakan bahwa dalam penindakan terhadap dugaan pelaku kriminal terutama terhadap anak yang berhadapan dengan hukum, pihak kepolisian harus lebih hati hati.

Bahkan mengenai tindakan penangkapan terhadap anak ini telah diatur tersendiri melalui regulasi yang diterbitkan berupa Peraturan Kapolri. (TIM)

 

 

Komentar

News Feed