oleh

Tim Khusus Polda Sulsel Berhasil Amankan Tujuh Terduga Pelaku Jambret

Matarakyat | Tim Khusus polda sulsel Berhasil melaksanakan penangkapan terhadap 7 orang yang di duga merupakan pelaku curas (jambret).Senin tanggal 18 Desemer 2017

Tujuh orang terduga pelaku yang berhasil diamankan masing-masing bernama DR (24 tahun),HR (16 tahun), AS (24 tahun), IS (20 tahun), TF (16 tahun), MI (18 tahun) serta JN ( 20 tahun). Mereka ditangkap berdasarkan laporan polisi : Nomor : LP/ 1415/XII/2017/Restabes makassar/ sek. Tamalanrea, tanggal 11 Desember 2017. dan LP/369/XI/2017/SPKT/Res Maros tanggal 22 Nopember 2017 serta
LP/150/XI/2017/sek mandai/res maros tanggal 20 Oktober 2017.

Adapun Kronologis penangkapan sesuai press rilis yang diterima redaksi berdasarkan Laporan polisi tersebut diatas, maka timsus polda sulsel mulai melakukan penyelidikan.

Pada tanggal 17 desember 2017 sekitar pukul 22.00 wita diperoleh informasi tentang keberadaan DR (24 tahun) yang merupakan terduga pelaku jambret yang diketahui berada sekitar jalan H. Kalla makassar.

Tidak berselang lama Tim kepolisian bergerak cepat melakukan penangkapan terhadap lelaki tersebut, setelah berhasil diamankan kemudian petugas membawa terduga tersangka ke posko Timsus polda sulsel untuk dilakukan interogasi awal.

Hasil interogasi awal, terduga pelaku memberikan keterangan bahwa bahwa DR (24 tahun) pernah melakukan beberapa kali pencurian dengan kekerasan (jambret) bersama dengan teman-temannya.

Bahkan terduga pelaku DR. (24 Tahun) membenarkan bahwa dirinya pernah beberapa kali melakukan pencurian dengan kekerasan (jambret), sekitar bulan November 2017 bahkan pernah melakukan curas (jambret) bersama – sama dengan MI (18 thun) di kabupaten Maros tepatnya dekat kantor pemadam kebakaran, mereka berhasil mengambil handphone Samsung galaxy J2 .

Kemudian sekitar bulan November 2017 pernah melakukan curas (jambret) bersama lagi dengan MI (18 tahun) tepatnya di pintu Nol Unhas kecamatan Tamalanrea dan berhasil mengambil handphone samsung Notebook.

Bukan hanya itu mereka juga melakukan aksi serupa sekitar bulan November 2017 lalu, bersama dengan IS dan TI disekitar jalan Hertasning dan jalan perintis kemerdekaan tepatnya samping mesjid annur 237, mereka berhasil menggasak handphone Samsung galaxy serta handphone merk Advan bahkan ada beberapa lokasi tempat mereka beraksi.

Sedangkan JN (20 tahun) pada saat dilakukan penggeledahan ditemukan obat daftar G Jenis tramadol sebanyak 6 butir. Bahkan ia mengakui bahwa membeli obat tersebut dari SAHAR yang tinggal di komplex BTN antara kecamatan Tamalanrea makassar.

Hasil pengakuan terduga pelaku jambret. Kemudian Tim kepolisian langsung menuju kerumah SAHAR dan melakukan penggeledahan ahasil di dapatkan barang bukti obat daftar G sebanyak sekitar 3000 butir.

Dari hasil keterangan SAHAR kepetugas bahwa ia. membeli obat jenis tramadol tersebut dari apotik sehat jalan Gunung merapi sebesar Rp. 1.300.000,- per plastik berisikan 1000 butir. Ia melakukan transaksi pembelian obat jenis tramadol tersebut di pinggir jalan dekat jalan Gunung batu putih.

kemudian di jual kepada konsumen nya sebesar Rp. 25.000,- (dua puluh lima ribu rupiah ) per 10 butir. Sahar menjelaskan bahwa dalam 1000 butir (1 kantong plastik) akan habis dalam waktu paling lama 3-4 hari. Ia bahkan menjual obat tramadol sudah berlangsung selama sekitar 1 tahun.

Dari hasil pengembangan serta penangkapan para pelaku jambret petugas mengamankan barang bukti berupa satu buah Hp merk OPPO. Satu sepeda motor yamaha Mio, 3000 ( tiga ribu) butir obat jenis tamadol, lima bungkus plastik obat tramadol berisi masing-masing 10 butir, satu plastik obat jenis HOLY berisi 17 butir serta satu linting ganja.

Untuk sementara aparat kepolisian masih melakukan pengembangan terhadap pelaku lain. Tentunya berkoordinasi dengan reskrim Res maros serta Res Polrestabes makassar sesuai dengan Tkp tindak Pidana tersebut diatas.

Selain itu petugas juga masih melakukan pengembangan terhadap asal usul sumber obat2-obatan terlarang.(RLS)

Komentar

News Feed