oleh

Banjir 2X Lebih Hebat Wali Kota Makassar Dibully

MATARAKYATMU | Curah hujan menyiram Makassar membuat banjir dimana-mana membuat warga yang menjadi korban cukup merasakan penderitaan. Banyak pihak menyoroti Wali Kota Makassar, Danny Somantri, notabene ahli tata kota tapi tidak memberikan solusi atas kejadian ini hingga ikut “banjir’ kritikan.

Selama dua hari ini, Danny Pomanto dibully di media sosial. Masakannya, kota dunia ini “Dikepung” banjir mengakibatkan warga banyak yang mengungsi baik ke kediaman keluarga maupun ke sekolah dan tempat-tempat ibadah serta kantor pemerintah.

Bila mengikuti dan  cermati media hari ini, nyaris beritanya dipenuhi dengan ‘sumpah serapah’ warga yang terpapar oleh banjir dimana-dimana, apalagi warga yang huniannya terendam banjir.

Adalah fakta yang tak terbantahkan, banjir hari ini 2 x lebih parah atau bahkan mungkin lebih dibanding tahun sebelumnya, meski hujannya mungkin tidaklah 2 x lebih deras dari tahun sebelumnya.

Sukiman Baharuddin, lewat Media WA menshare kabar banjir di Makassar dengan menjelaskan jika warga telah terlanjur ‘Over Expectation’ pada Walikota yang dikenalnya sebagai Ahli Tata Kota.

Pada beberapa kesempatan, Sukiman lewat WA yang diprediksi diajari ke ratusan akun dan grup berusaha mengingatkan pidato Walikota yang sering diputar berulang2 di radio2 main stream kota Makassar, khususnya tentang mengartikan DUA KALI TAMBAH BAIK.

Kata anda (Danny Pomanto) ini bukan sekedar janji, tapi ini adalah komitmen untuk kota ini yang didasarkan dari hasil pengalaman dan perencanaan yang mendalam serta terukur.

Buahnya adalah, kota Makassar akan dijadikan jadikan 2 x + bai oleh DP. Bahkan di akhir masa jabatan  nanti, Danny janjikan kota Makassar dengan gambaran akan seperti Singapura dari segi Tata Kota, Pelayanan umum, transportasi, termasuk soal banjir.

Namun,  terjadi justru banjir ini malah 2 x + parah, meski masih sempat berapologi sebagai banjir kiriman dari Maros dan Gowa, masih tulis WA Sukiman Baharuddin yang sampai saat ini belum diketahui identitas bahkan motif.

Mengatasi banjir dan macet, sejatinya butuh perencanaan dan tindakan yang serius dan terukur, tapi diatas segalanya butuh fokus dan prioritas.

Empat tahun kepemimpinan DP, kebijakan Tata Kota ini, Danny dinilai lebih banyak mengurusi hal-hal yang sifatnya kosmetikal perkotaan seperti, Menata Lorong dengan segala variasinya, tata pedesterian, street furniture, tong sampah dan lain-lain yang sesungguhnya belum perlu seorang ahli Urban Design untuk turun tangan melakukan itu.

Pelajaran penting dipetik dari banjir yang fenomenal ini adalah, sebaiknya Danny Pomanto berhenti selalu ‘menjanji’ warga, kurangi kegiatan yang sifatnya ‘ceremonial’ yang sensasional, karena itu hanya akan semakin menguatkan persepsi warga tentang ‘kehebatan’ itu.

Terpenting adalah, sebagai seorang Ahli Tata Kota, kurangi berslogan yang bombastis, sebaliknya perbanyak bekerja serius dan fokus karena rakyat akan selalu menagih manami itu 2 x + baek, atau manami itu “kota dunia”.

“Sebagai cita-cita mulia tentu sah saja, bahkan nilai itu sangat mulia, akan tetapi warga anda belum sepenuhnya siap untuk ‘dijanji’ karena mereka pasti akan ‘menagih’.

Hingga kini belum ada keterangan resmi dari Balai Kota ihwal banjir dibeberapa wilayah di Makassar termasuk kritikan warga terhadap kompetensi DP sebagai ahli tata kota namun tak bisa memberikan langkah solutif terhadap banjir.

Begitupun kritikan yang mengaku sahabat DP bernama Sukiman Baharuddin soal identitas dan motif menyebarkan pesan WA yang mengkritisi DP dalam mengatasi banjir, apakah bermuatan politis jelang Itwilkot atau rasa prihatin terhadap nasib warga korban banjir. (IFA)

 

Komentar

News Feed