oleh

Subahanallaah, Kapolda Sulsel Jadi Pemandu Jenazah

MATARAKYATMU | Suasana di Pekuburan Islam Sudiang , Kecamatan Panaikang, Makassar, Sulawesi Selatan ,  seperti biasa-biasa , warga yang berduka saling sibuk satu sama lain mengurus pemakaman atau ziarah.

Namun, suasa tiba-tiba beruba karena dari arah timur , ada yang lain dari yang  lain  pandu mayat memasuki area pekuburan tersebut.

“Astaqafirullah…ternyata pemandu mayat sebelah kiri depan , seorang berpangkat bintang dua polisi, dan siapa yang meninggal itu, ”  teriak lelaki setengah tua ini, dan mengajak teman lainnya mendekati liang kubur yang di pandu sang Jenderal tadi.

“Shubanahallah,  ” sapa lelaki ini setelah ia mengetahui bila sang Jenderal yang berpakaian coklat itu tidak lain adalah -Kapolda Sulsel Irjen Pol.Drs.Umar Septonp, yang belum lama ini dilantik.

Begitu sang Jenderal bintang dua ini mengetahui ada staf ASN (Aparatur Sipil Negara) Polda Sulsel yang juga Bhayangkari , yakni almarhumah Erlina (isteri Aiptu Sudarto) bersama jajaranya selain melayat keruma duka juga mengantarnya ke Pekuburan Islam Sudiang, Kecamatan Biringkanaya.

Rasa duka atas kepergian ASN dari Polda Sulsel ini, ia buktikan jati diri sebagai seorang pimpinan atas kepedulian ke bawahannya

Drs.Umar Septono , Siang itu  selain turut belasungkawa iya juga ikut memandu dan menggali kuburan di TPU Sudiang.

Tentu meliat hal yang jarang dilakukan Jenderal bintang dua ini , mau tak mau  sejumlah jajarannya yang  ikut terharu menyaksikan atasannya pelang-pelang ikut sekalian   bersama dengan rakyat.

” Selain almarhumah bawahan dan ini merupakan tanggungjawab sesama muslim apabila ada saudaranya yang meninggal dunia, sudah menjadi kewajiban kita bersama-sama, ” kata Irjen Pol.Drs.Umar Septono merendah kepada media yang menyaksikan aksinya sebagai hamba Allah.

Belum lagi Daeng Jarrang (50) yang sedari tadi bingun bersama keluarganya menyaksikan sosok Jenderal ini yang memandu jenazah bahwahnya.

Tiba-tiba terperancat begitu miliat Irjen Pol.Drs.Umar Septono , suda berada diliang kuburan bersama masyarakat umum ikut menggali kuburan.

Tentu saja, aksi  Kapolda Sulsel ini, seketika menjadi viral di masyarakat. Pasalnya, sosok seorang  Irjen Umar Septono tidak pernah rasa takut  dengan seragam yang dipakainya  menjadi kotor terkena tanah. Bahkan aksinya yang begitu semangat dalam memegang cangkul didalam liang lahat ini membawa kita seolah-olah menyaksikan senetron di TV saja.

” Shubahanallah , semoga Allah akan membalas kepedulian bapak kepada rakyat kecil ,” kata Daeng Jarrang, yang menyaksikan Kapolda Sulsel ini.

Apa kata jurubicara Polda Sulsel,  “Beliau (Irjen Pol.Drs.Umar Septono.RED) merupakan tanggung jawab sesama muslim yaitu mengantar almarhum hingga ke liang lahat (kuburan),” kata  Kombes Pol Dicky Sondani.

Bahkan di-rumah duka,  Kapolda Sulsel juga terliat membantu menyusun beberapa kursi di kediaman  Almarhumah di Taman Sudiang Indah blok N, Kecamatan Biringkanaya Kota Makassar agar bisa diduduki oleh para pelayat, baik dari jajaran Polda Sulsel maupun masyarakat sekitar rumah duka.

Sebelumnya, Kapolda juga terliat ikut berduka dan malah ikut menggali kuburan atas meninggalnya Rusman dg Milan, Staf kantor Desa Tanakaraeng di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Senin malam 25 Desember 2017 yang dinyatakan tenggelam yang akhirnya ditemukan oleh tim gabungan, khususnya Brimobda Sulsel. (nasri aboe/JNN).

Komentar

News Feed