oleh

Ratusan Kader PKS Tolak Dukung Appi-Cicu, Ini Penjelasannya

Matarakyatmu_Makassar, – Bapaslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin – Andi Rachmatika Dewi (Appi-Cicu) mendapat penolakan dukung dari ratusan kader PKS, Penolakan ini di tandai dengan pernyataan dan tanda tangan bersama di kantor DPD PKS Jln Abdullah Daeng Sirua, Rabu (10/1).

Ratusan kader PKS menyatakan mosi tidak percaya terhadap Ketua DPW Sulsel, Malarangang Tutu. Pernyataan dan tandatangan itu dibentang pada kain putih dan spanduk.

Sebelumnya, Ketua DPD PKS Kota Makassar, Hasan Hamido menuturkan, telah terjadi inkonsistensi DPP PKS dalam proses pengambilan keputusan di Pilkada Makassar. Pasalnya suara dari Daerah yang berkepentingan langsung dengan Pilkada, sama sekali tidak diperhatikan.

DPD PKS Kota Makassar telah mengusulkan prioritas dukungan pertama kepada pasangan Syamsu Rizal-Iqbal Djalil (DIAji), karena faktor kekaderan Iqbal Djalil, dengan berbagai pertimbangan, lalu prioritas kedua kepada Ramdhany Pomanto-Indira Mulyasari (DIAmi), karena kerjasama dengan Ramdhan Pomanto sebagai Wali Kota Makassar yang telah terjalin dengan baik selama pemerintahannya, juga karena kesuksesannya dalam pemerintahan, serta elektabilitasnya yang paling tinggi,” kata Hasan Hamido belum lama ini.

Terakhir, pasangan Appi-Cicu memang juga diikut sertakan dalam prioritas PKS. “Tetapi dalam keputusan DPP, urutan-urutan prioritas ini sama sekali tidak menjadi bahan pertimbangan,” ucap Hasan.

Keputusan DPP PKS, kata dia, telah mencederai semua proses yang dilakukan dari bawah sebagai suatu sistem yang menjadi ciri khas PKS sebagai partai kader. Menurutnya, proses penjaringan aspirasi kader telah dilakukan melalui Pemira. turut diabaikan.

Di mana Ramdhany Pomanto mendapatkan dukungan suara tertinggi dalam Pemilihan tersebut (67%). Proses penjaringan aspirasi struktur juga telah dilakukan, di mana mayoritas DPC (11 dari 15 DPC) juga memberikan dukungan kepada Moh. Ramdhany Pomanto. Semua aspirasi ini, sama sekali tidak menjadi bahan pertimbangan DPP dalam memutuskan dukungan, dan malah memberikan dukungan kepada pasangan yang sama sekali asing dan tidak jelas bagi kader dan struktur PKS Kota Makassar,” jelasnya.

“Lalu di mana sistem bottom-up dalam penyerapan aspirasi yang selama ini dibangga-banggakan oleh PKS?,” tanyanya.

Sementara itu, Sekretaris PKS Makassar, Mudzakkir Ali Djamil menegaskan, tidak ada dalam Juklak Pilkada PKS yang pernah disosialisasikan kepada struktur DPD PKS Kota Makassar yang melarang untuk mendukung pasangan kepala Daerah yang maju melalui jalur perseorangan atau independen.

“Justru DPD selalu diarahkan untuk memperhatikan faktor elektabilitas sebagai gambaran daya dukung basis massa dan daya dukung operasional kandidat. Yang menjadi bahan pertimbangan penting dalam memilih kandidat. Dan kriteria ini jelas dimiliki oleh Moh. Ramdhany Pomanto yang telah lolos dalam verifikasi faktual oleh KPU dan dapat mendaftar melalui jalur perseorangan (independen),” tuturnya.

Lebih jauh dia menekankan, DPD PKS Kota Makassar secara kepartaian menyampaikan mosi tidak percaya kepada Ketua DPW PKS Sulsel, Mallarangan Tutu, yang menurutnya cenderung tertutup dan tidak banyak melibatkan DPD PKS Kota Makassar dalam pengambilan keputusan terkait Pilkada Kota Makassar.

Ini terbukti dengan tidak adanya informasi keputusan TPPW dan DPTW terkait usungan Pilkada Kota Makassar yang akan diusulkan ke DPP,” Pungkasnya.

Liputan : Noya

Komentar

News Feed