oleh

Datu Museng dan Maipa Deapati Kisah Cinta dan Kesetiaan

-Aneka-1.614 views

Makassar, –  Film indonesia bergenre aksi drama kolosal yang mengangkat kisah cinta dalam sejarah kerajaan di Makassar, Sulawesi Selatan, dengan Judul Maipa Deapati Dan Datu Museng mendapat Apresiasi dari Kepala Dinas Pemuda Dan olahraga (Kadispora) Provinsi Sulsel Sri Endang Sukarsih

“Saya mengapresiatif anak muda Makassar yang membuat film ini,  yang kedua tentunya anak-anak kita sudah tidak tau sejarah seperti apa Maipa dan Datu Museng, dengan hadirnya film ini bisa membantu mereka mengetahui sejarahnya, di film ini saya melihat kisah cinta kasih yang begitu dalam dan luar biasa, saat ini tidak ada lagi cinta yang seperti itu,  jadi memang luar biasa, saya minta semua orang khususnya Makassar dan Sulawesi Selatan harus nonton fim ini” ujar Kadispora Sulsel  Sri Endang sukarsih usai mengikut Gala Premiere Film Maipa Deapati dan Datu Museng di XXI MAll Panakkukang, Kamis (11/1)

Kisah Cinta Maipa Deapati dan Datu Museng tak kalah tragis dan romantis dari cerita barat “Romeo and Juliet” dan cerita timur “Laila Majenun”, Kadispora Sulsel ini menjelaskan Film ini punnya kesan yang berbeda dari kisah cinta tragis lainnya

“Paling berbedalah untuk versi inikan karena mengandung sejarah, bagaimana dulu Datu Museng membela Makassar tanah kelahirannya, didalamnya juga ada terkait dengan istrinya dari pada istrinya di ambil orang dan istrinya juga tidak mau tidak ikhlas untuk diperistrikan orang lain dan itulah yang terjadi”

Kadispora Sulsel Sri Endang sukarsih mengungkapkan, menurutnya Film ini baik di tonton generasi muda untuk motivasi dan pembentukan karakter yang baik “Sejarah itukan sedikit sekali anak-anak muda kita tau, apa lagi berbicara soal Maipah dan Datu Museng sedikit, dengan Nonton film ini tentunya mereka bisa tahu bagaimana dulu anak muda melakukan upaya,  kemudian bisa mempertahankan tanah kelahirannya, menurut saya sih ini luar biasa, saya sangat apresiatif” ungkapnya

Sutradara juga penulis Skenario film ini Syahrir Arsyad atau yang lebih kenal dengan sapaan akrabnya Rere Art2tonic mengaku mendapatkan tantangan berat saat menggarap film ini

“Sangat sulit lihat Sendirikan figtingnya harus natural, lokasinya berbeda-beda ada 8,9 pokoknya banyak, prose syuting yang memakan waktu kurang lebih 4 bulan, mulai februari sampai juni, tingkat kesulitannya di wilayah dan jumlah orang, suhu waktu juga dimana harus ada figting siang dengan cuaca panas habis itu pindah lagi ketempat dingin itukan suhu mempengaruhi”

Rere Art2tonic tidak tidak memberi target penonton dalam filmnya ini ia berharap mendapatkan respon yang baik dari masyarakat “Kita lihat antusias,  selama saya bikin film sy tidak mau ditarget kalau saya di target sy cut itu produser, tidak ada target”  ujar Rere santai

Film Maipa Deapati dan Datu Museng syuting berpusat dibeberapa tempat di Sulawesi Selatan seperti Bulukumba, Gowa, Maros dan Takalar.

Diadaptasi dari kisah legenda yang sudah terkenal di kalangan orang-orang Makassar, Kisah Maipa Deapati dan Datu Museng awalnya dalam bentuk sinrilik (kesenian lisan dari Sulawesi Selatan, khususnya daerah Gowa dan Maros).

Sedikit Sinopsis Film ini bercerita tentang Datu Museng yang merupakan seorang pemuda pemberani yang gagah perkasa dari Gowa, ia jatuh cinta pada wanita cantik jelita, kembang Kesultanan Sumbawa bernama Maipa Deapati. Kisahnya berlatar pada tahun 1957 dan 1959, dimana kala itu bumi Sulawesi dijajah oleh Belanda.

Datu Museng pantang menyerah demi cintanya pada Maipa Deapati, tak ada kekuatan yang bisa memisahkan mereka, termasuk kolonial Belanda dengan kekuatan besar. Begitu juga Maipa Deapati yang rela mempertaruhkan nyawanya demi sang pujaan hati. Lalu keduanya memilih mati demi cinta sejati.

Soundtrack film ini berjudul “Tlah Terjadi”, lagu yang membuat Shaheer menitikkan air mata saat mendengarnya.

Pihak produksi film, Art2tonic, Paramedia Indonesia dan Sai Rama Entertainment melibatkan artis Internasional Shaheer Sheikh (Mahabarata) yang berperan sebagai Datu Museng. Dengan tujuan untuk lebih banyak merangkul penonton dari berbagai negara karena film Maipa Deapati & Datu Museng berencana untuk tayang di negara-negara yang menayangkan film Mahabarata.

Film yang diproduseri oleh Amrul Ramadansyah (Bombe Dua: Dumba-Dumba) juga menghadirkan pemain lain seperti finalis Putri Indonesia asal Sulawesi Selatan, Fildzah Burhan, Hans de Kraker (Jenderal Soedirman, Untuk Angeline) dan para pemain film Silariang: Menggapai Keabadian Cinta (2017) seperti Syahriar Tato, Cahya Arynagara, Ikram Noer dan Zulkifli Gani Ottoh. ( noya)

Komentar

News Feed