oleh

BKIPM Makassar Lepasliarkan Lobster, Ini Tujuannya

MAKASSAR – Sepanjang tahun 2017 kemarin, Balai Besar Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Makassar sebagai unit pelaksana teknis Kementerian Kelautan dan Perikanan di Sulawesi Selatan telah melepas liarkan 2.490 ekor kepiting bakau, 58 ekor lobster, 153 pcs koral sementara itu 4.000 ekor benih ikan mas dan 1.000 ekor benih rajungan telah direstoking ke perairan umum. Minggu (14/1)

Hal ini sesuai dengan salah satu visi Kementerian Kelautan dan Perikanan yaitu keberlanjutan. Pelepasliaran dilakukan dibeberapa lokasi, antara lain kawasan hutan mangrove Untia, Pulau Kapoposang, Pantai Kuri Maros, Pulau Samalona dan Danau Tanjung Bunga.

Kepala BKIPM Makassar, Sitti Chadidjah, yang ditemui di ruang kerjanya menyatakan pelepasliaran ini merupakan komitmen Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk menjaga keberlanjutan sumber daya ikan agar tetap lestari.

“Untuk sumberdaya ikan yang dilarang, dibatasi maupun dilindungi, BKIPM Makassar akan mengawal aturan dengan meningkatkan kewaspadaan berupa pengawasan 24 jam di pintu pemasukan dan pengeluaran yaitu di bandara, pelabuhan laut dan pelabuhan penyeberangan. Ikan yang dilepasliarkan merupakan hasil penahanan karantina ikan” ujar Siti chadidjah

Untuk menjaga ketersediaan dan keberadaan populasi kepiting bakau di alam, pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan mengeluarkan regulasi berupa Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 56 Tahun 2016 tentang Larangan Penangkapan dan Atau Pengeluaran Lobster, Kepiting dan Rajungan Dari Wilayah Negara Republik Indonesia.

Aturan ini menyatakan pada bulan Desember sampai Februari, kepiting bertelur diatas 200 gram bisa dilalulintaskan. Sebaliknya, kepiting bertelur dilarang untuk diperdagangkan pada bulan Februari sampai Desember.

Selain itu, untuk kepiting hasil budidaya yang dikirim harus disertai dengan Surat Keterangan Asal (SKA) dari dinas kabupaten/kota setempat. Sejak diberlakukannya aturan ini, BKIPM Makassar telah melepasliarkan ribuan kepiting bakau yang berukuran dibawah 200 gram ke habitatnya di alam.

Selain komoditas kepiting, lobster, rajungan, BKIPM Makassar telah melepasliarkan koral hasil penggagalan penyelundupan bekerjasama dengan Polda Sulawesi Selatan. ( noya)

Komentar

News Feed