oleh

Proyek RSUD Daya Molor Progress 80 Persen, Jaksa Mana ?

Matarakyat | Pembangunan Rumah Sakit RSUD daya terus digenjot walaupun waktu pelaksana telah berakhir masa kontraknya. namun pekerjaan tetap saja molor. (16/01/2018)

Perlu diketahui proyek pembangunan RSUD Daya yang dikerjakan oleh perusahaan PT. HU dengan nilai anggaran Rp.  44.018.266.000,00 belum rampung hingga berita ini ditayangkan

Sebelumnya awak media ini pernah ke lokasi pembangunan RSUD Daya dan melihat para pekerja masih sibuk melakukan aktifitasnya, bahkan pada saat mereka bekerja terlihat para buruh bangunan tidak dilengkapi alat keselamatan kerja seperti helm serta tali pengaman dan lainnya, pihak rekanan seharusnya menjalankan Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3) Padahal hal ini sudah  tertuang dalam UU No. 1 Tahun 1970  tentang Keselamatan Kerja dan sudah semestinya disiapkan oleh pelaksana lapangan, gunanya untuk melindungi para pekerja dalam melaksanakan tugasnya.

Ketika awak media ingin konfirmasi ke pengawas lapangan namun sangat disayangkan ada dua orang penjaga pintu terkesan ingin menghalang halangi kami untuk ketemu.

Penjaga gerbang berpakaian safari hitam dengan tatto di tangan terkesan raut wajah tak bersahabat ketika wartawan ingin lakukan konfirmasi ke pihak pelaksana lapangan,  bahkan salah satunya bertanya seakan-akan ingin menakut-nakuiti wartawan dengan nada suara sedikit dibesarkan, bahkan ia pun mengaku dari media. Jumat (12/01/18)

Agar tidak terjadi insiden  di lapangan maka kami menuju keruangan humas RSUD Daya. Namun ketika kami ingin lakukan konfirmasi tapi beliau lagi rapat. Salah satu stafnya meberikan kami kontak Whatsapp humas RSUD Daya untuk dihubungi.

Sekitar satu jam kami lalu menghubungi humas, namun  panggilan masuknya tak digubris, tapi ketika kami  chatting baru beliau balas dan mengajak kami konfirmasi ke kantornya hari senin agar lebih jelas.

Ketika dikonfirmasi diruangan Humas RSUD Daya, Wisnu  mengatakan untuk lebih jelasnya biar staf humas kami yang jelaskan sebab beliau lebih mengerti persoalan pembangunan tersebut.

Tak berselang lama Staf Humas RSUD Akbar datang lalu mengajak kami untuk berbicara  mempersilahkan  di kantin RSUD Daya yang terletak di lantai satu.

Ketika kami sudah berada di kantin, Akbar kemudian  mempersilahkan untuk lakukan wawancara.

Awak media lalu mempertanyakan mengapa bisa rekanan yang membangunan RSUD Daya dengan nilai kurang lebih 44 Miliar pekerjaannya kenapa bisa molor?

Menurut Staf humas RSUD Daya, Akbar mengenai keterlambatan pekerjaan kita kembalikan lagi ke kontraktornya karena meraka yang laksanakan, Kita pihak RS tahunya kalau selesai kita bayar sesuai bobot yang ada di lokasi pekerjaan. Ucap akbar, sambil menawarkan kami untuk memesan kopi (15/1/18)

Ia menambahkan,  progrees pekerjaan diakhir kontrak pekerjaan dilakukan Perpanjangan waktu, pekerjaan masih 80 persen, numun diangka tersebut Rumah Sakit masih memberikan kesempatan dalam hal keterlambatan sesuai dengan perpres 70 tahun 2012 tentang pengadaan barang dan jasa serta perubahannya dan diperkuat dengan perwali No 52 tahun 2016 bahwa ada pemberian kesempatan kepada rekanan tapi, pihak rekanan tetap kita denda semenjak masa kontrak berakhir hingga saat ini,

” Alasan diberikan perpanjang waktu dianggap bobot pekerjaannya mencapai 80 persen, dan dianggap bisa menyelesaikan hingga 50 hari kerja, sehingga PPTK Majid berikan kebijakan perpanjangan waktu.” terangnya

Lalu mengenai peneratapan kesalamatan kerja sambung Akbar, ” para pekerja dilapangan setahu saya kayaknya pihak rekanan sudah menyiapkan (K3), tapi sebenarnya lebih tepat ke koraktornya untuk berbicara teknis kalau kami pihak Rumah Sakit bisa kita sampaikan secara umum saja.

” Realisasi pembayaran sesuai bobot kontrak kita telah bayar 80 persen untuk sisa 20 persen masih tersimpan dengan jaminan pelaksanaanya, kalau pekerjaan fisik dalam waktu dekat akan selesai cuma yang terlambat   rata-rata alat tripikalnya seperti pengadaan lift serta genset.” terangnya (Tim)

Komentar

News Feed