oleh

Kepala BPJN XV Manado Galau, Ini Penyebabnya

-Daerah-1.806 views

MANADO | Proyek Tol Manado – Bitung, dalam perencanaan pembangunan ditargetkan rampung pada akhir 2018 dengan sepanjang 39,9 kilometer diwarnai kegalauan. Rabu (17/01/18).

Pasalnya, terdapat area yang masuk dalam proyek pembangunan Tol itu merupakan lahan sengketa, ada dua segmen pembangunan. Segmen 1 sejauh 0-14 kilometer itu baru bebas 83.73 persen. Sementara segmen 2 terbagi menjadi 2A dari 14-25 kilometer tanah bebas 90 persen. Dan segmen 2B yakni 25 – 39 kilometer baru mencapai 60 persen.

Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) XV Manado, Riel Mantik mengungkapkan. Meski pemerintah menargetkan akhir 2018 sudah harus rampung. Namun, target ini masih dihantui persoalan pembebasan lahan yang tak kunjung rampung.

“Kita akan selesaikan Tol pada akhir tahun 2018, jadi kita sesuai arahan RI 1. Namun masih ada masyarakat yang menahan, masalahnya itu tanah mereka.

Jadi kita butuh bantuan seluruh lapisan masyarakat,” ujar Riel Mantik, Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) XV Manado seperti dikutif Matarakyatmu.com dari Tribunmanado.

Pembangunan Tol Manado – Bitung sepenuhnya untuk kepentingan Nasional namun pembebasan lahan memang menjadi masalah klasik dalam proyek pembangunan. “Kita mengalami persoalan klasik, pemilik tanah ingin naikkan harga setinggi-tingginya,” kata dia.

Lanjutnya, padahal pengerjaan Tol Manado – Bitung sebenarnya tak terlalu sulit, tidak seperti pembangunan tol di Pulau Jawa. “Persoalan sedikit di titik 0 sampai 7 kilometer, disitu akan dibangun ada 4 jembatan, ini masih dalam pelaksanaan. Lalu Ada 2 km tanah bebatuan, ini sedang kita pecahkan pakai stone breaker, pekerjaannya sedang berjalan,” ungkapnya. (Edho)

Komentar

News Feed