oleh

TO Polda Sulsel Ditembak Saat Berusaha Merampas Senjata Polisi

Mayat Ramli di RS Bhayangkara (Ist)

MAKASSAR | Ramli Daeng Maro (38) residivis yang menjadi DPO dan menjadi Target Operasi (TO) polisi akhirnya menghembuskan nafas terakhir setelah ditembak petugas saat berusaha melucuti senjata anggota Resmob dalam perjalanan menuju Jeneponto.

Ramli, dikenal sebagai pelaku pencurian dengan pemberatan spesialis pembobol rumah dibeberapa wilayah hukum Polda Sulsel.

Setelah menjadi DPO beberapa Polres , menjadikan dirinya orang yang paling dicari polisi, termasuk Resmob Polda Sulse. Upaya petugas tidak sia-sia dan berhasil membekuknya di sebuah rumah di Kec. Bontomarannu, Kabupaten Gowa, masih di wilayah Sulsel, dinihari tadi.

Berhasil diamankan, tim Resmob Polda Sulsel, mempersempit waktu dengan langsung mengembangkan kasus Curat yang didalangi Ramli. Polisi pun menyasar jalan menuju Kab. Jeneponto dengan target mengejar komplotan Ramli.

Dasar nekat. dalam perjalanan Ramli berusaha melakukan perlawanan dengan memberontak. Bukan itu saja, pria yang di tubuhnya penuh tatto ini berusaha merampas senjata salah satu anggota Resmob Polda.

“Pelaku melakukan perlawanan dan mencoba untuk merebut senjata api milik anggota, sehingga anggota langsung melepaskan tembakan peringatan namun tak diindahkan. Terpaksa diambil tindakan tegas dengan menembak pelaku dan mengenai dada sebelah kiri,” ujar AKP Edy Sabhara pada Kamis

Meski nyawa Ramli Daeng Mari ini berusaha diselamatkan petugas dengan melarikan ke RS Bhayangkara untuk mendapatkan penanganan medis tapi maut menjemputnya..

Sekadar diketahui, Maro adalah pelaku spesialis pencurian disertai pemberatan, yang telah dicari-cari oleh beberapa Polres dan Polsek di Sulawesi Selatan.

Pelaku beraksi di wilayah hukum Polsek Manggala, Polres Gowa, dan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) di Polres Luwu Timur. (Doel)

Komentar

News Feed