oleh

Bisnis Kartu GSM Berakhir Di Hotel Gratis

SIDRAP | Bisnis dengan modal kepercayaan  jangan pernah dilakukan bisa jadi akan menemui persoalan hukum. Ini terjadi pada seorang pria berinisial RK (25), warga Batili, Kelurahan Galonta, Kecamatan Enrekang, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, terpaksa berurusan dengan pihak kepolisian setelah salah seorang karyawan PT. Ardan Masogi Sidrap melapor dengan tuduhan RK telah melakukan penipuan dan penggelapan.

Hal itu, dibenarkan Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol. Dicky Sondani melalui keterangan persnya pada Senin (22/01) pagi.

Dicky mengatakan, RK di laporkan ke Polres Sidrap oleh karyawan PT. Ardan Masogi Sidrap bernama Mulyadi (26), warga Desa Tanete, Kecamatan MaritengngaE, Kabupaten Sidrap dengan dugaan kasus penipuan dan penggelapan.

Dimana pada tanggal 29 Oktober 2017 bertempat di Desa Allakuang, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidrap, pelaku RK dan pelapor Mulyadi melakukan transaksi penjualan 1.000 Pcs Kartu kuota Telkomsel dengan total harga keseluruhan sebesar Rp53.600.000,- (Lima puluh tiga juta enam ratus ribu rupiah).

“Namun sesuai pengakuan pelapor, pelaku RK, tidak pernah menyerahkan uang hasil pembelian kartu tersebut, dan memutuskan hubungan komunikasi dengan korban” Sebut Dicky menirukan ucap pelapor Mulyadi.

Lanjut Dicky, Berdasarkan hal itulah, Mulyadi melapor ke Polres Sidrap dengan bukti laporan polisi Nomor : LPB/09/I/2018/SPKT/SSL/Sidrap, tgl 05 Januari 2018.

Berdasarkan laporan itu juga, Sat Reskrim Polres Sidrap di back up oleh tim Resmob Polda Sulsel mengamankan terduga pelaku RK ditempat persembunyiannya di Jalan Yusuf Dg. Ngawing, Kelurahan Tidung, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, pada hari Minggu (21/01/2018) sekitar pukul 10.00 Wita.

“Setelah diamankan dan di lakukan interogasi, pelaku mengakui bahwa telah melakukan transaksi kartu kuota kepada pelapor dan uangnya tidak di serahkan kepada pelapor” Pungkas Dicky.( edho

Komentar

News Feed