oleh

Jejak Sang Bima dan Majapahit di Museum Asi Mbojo

Matarakyat| Seminar Sejarah bertajuk Jejak Sang Bima dan Majapahit yang dibuka langsung oleh Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri di pelataran Museum Asi Mbojo, Bima. Kamis, (25/01/2018)

Menghadirkan tiga pakar sejarah dari Universitas Indonesia (UI) sebagai narasumber, Prof.Dr. Agus Aris Munandar (guru besar arkeolog UI), Prof.Dr. Titiek Pudjiastuti dan Thommy Cristomy, phD

Seminar tersebut rencananya akan dilangsungkan selama dua hari (25 sampai 26 Januari 2018) di Museum Asi Mbojo, Bima, sekaligus  dirangkaikan dengan pameran naskah kuno serta benda-benda pusaka Bima, bazar kuliner khas Bima serta pementasan tari dan puisi.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Bima menyambut positif atas terselenggaranya seminar nasional dalam rangka menggali sejarah dan budaya Mbojo.

“Naskah adalah rekaman masa silam untuk generasi kini dan akan datang,” ujar Dinda.

“Kepada para sejarahwan Bima, pegiat budaya dan seniman mari bersama kita menjaga keberlangsungan dan penjagaan warisan budaya dan sejarah Bima,” lmbaunya.

Lebih lanjut, dikatakannya bahwa sebaran situs arkeologi serta naskah  masih tersimpan rapi di museum Samparaja dan ini merupakan bukti bahwa Bima di masa lalu memiliki hubungan politik, sosial dan budaya dengan kerajaan-kerajaan di Nusantara, termasuk Kerajaan Majapahit.

Dilain sisi, Dewi Ratna selaku ketua panitia penyelenggara mengatakan bahwa, seminar tersebut diselenggarakan guna mengetahui serta menyibak tabir siapa sebenarnya yang dimaksud Sang Bima yang mengilhami nama Bima sendiri.

Apakah hanya sekedar mitos, legenda atau berupa cerita rakyat saja?.

“Semoga seminar ini membuka tabir Sang Bima yang sebenarnya, baik secara arkeologi, data sejarah, penjelasan ilmiah serta bukti outentiknya.” (Irna)

Komentar

News Feed