oleh

Hari ini, 5.000 Pengemudi Online “Gruduk” Istana, Ini Persoalannya

JAKARTA | Jika tak ada aral melintang diprediksi ribuan pengemudi taxi online merencanakan menggelar aksi di istana presiden. Pengemudi ini menolak pemberlakuan Peraturan Menteri Perhubungan No.10/ 2017 tentang Angkutan Umum.

Mengantisipasi aksi tersebut, Polda Metro Jaya telah merilis akan menurunkan sedikitnya 4.000 personil agar aksi di titik vital ini berlangsung kondusif.

Sementara Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi akan menemui peserta demo yang terdiri dari para driver taksi online. Menhub akan meminta para perwakilan driver untuk berdiskusi soal PM 10/2017 tentang angkutan umum.

Kesediaan Menhub Budi Karya Sumardi ini telah dibenarkan Dirjehubdat Budi Segi yang. “Saya sudah mendapat instruksi Pak Menteri untuk persiapkan pertemuan Menhub dengan pengunjuk rasa,” ucap Dirjen Perhububgan, Darat Budi Setiya, dalam siaran persnya kepada¬†Matarakyatmu.com, Senin (29/1/2018).

Menurutnya, mantan Dirlantas Polda Sulsel ini, dialog tersebut dapat menjadikan momentum bagi berbagai pihak-pihak yang menolak untuk dapat memahami maksud ditetapkannya PM 108/2017. Dia berharap, seluruh pihak dapat menerima pemberlakuan peraturan tersebut.

“Semoga saja nanti setelah berdialog para pengunjuk rasa dapat mengerti mengapa pemerintah perlu mengatur taksi online ini, tujuan pemerintah jelas adalah kesetaraan antara taksi konvensional dengan taksi online agar dapat bersaing secara sehat dan menjaga keselamatan serta keamanan masyarakat dalam bertransportasi,” ujar Budi.

Lebih lanjut Dirjen menyampaikan, seluruh stakeholder sudah diajak berdialog mengenai PM 108/2017 sehingga sudah mewakili semuanya dan menerima pemberlakuan peraturan tersebut. Asosiasi pengemudi angkutan sewa khusus (ASK) yang diwakili Asosiasi Driver Online (ADO) dan Pengemudi Angkutan Sewa (PAS) sudah mengeluarkan pernyataan bahwa mereka mendukung diberlakukannya PM 108/2017.

Demikian pula aplikator penyedia aplikasi yaitu Grab dan Uber juga sudah membuat pernyataan yang sama yaitu mendukung pemberlakuan PM 108/2017.

Informasi mengupdate diterima menyebutkan bila peserta aksi kalangan pengemudi taxi online cukup besar hingga diperkirakan mencapai angka 5.000 orang. (Rls)

Komentar

News Feed