oleh

Relawan Kotak Kosong Laporkan Bupati Enrekang ke Polisi, Ini Kasusnya

-Daerah-2.397 views

ENREKANG. Ribuan relawan dari Laskar kotak kosong mendatangi Polres Enrekang, di Kelurahan Puserren, Kecamatan Enrekang, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, sekitar pukul 11.00 wita, Senin (29/1/2018).

Aksi para relawan tersebut dalam mendatangi Mapolres Enrekang adalah melaporkan Bupati Enrekang, Muslimin Bando ke pihak kepolisian terkait pernyataannya menyebut bahwa orang yang memilih kotak kosong tak berpancasila.

“Kami melaporkan Bupati Enrekang ke polres dan bukan ke panwas karena hal ini tidak ada kaitannya dengan rana pilkada, jadi kami tidak menuntut ke panwas tapi ini terkait tindak pidana”, ungkap Andi Nurhatman Nurdin Karumpa, sebagai salah satu pelapor, di depan Mapolres Enrekang.

Terkait laporan Relawan Kotak Kosong ke Polres Enrekang berdasarkan pernyataan sikap tertulis yang diserahkan tersebut  memuat beberapa point penting sebagai unsur laporan diantaranya bahwa Bupati Enrekang dianggap telah melanggar Hak Dasar Warga Negara dalam hak memilih sesuai UUD 1945 dan melanggar UU No 10 tahun 2016 tentang pilkada yang mengatur hak warga negara memilih Kotak Kosong, karena Bupati Enrekang telah menganggap warga tidak pancasilais jika memilih Kotak Kosong.

Adapun laporan tersebut diserahkan oleh Alzam Taqwa selaku ketua Tim Relawan Kotak Kosong) yang didampingi oleh H.Nurhatman Karumpa (Pengusaha), Saleh Rahim SR (Pengusaha), Werang Umar (Pengusaha), Imran Bidohang (Pensiunan PNS Pemda), Masrul Makmur Latanro (Pengusaha) dan di terima oleh Wakapolres Enrekang,  Kompol. Aziz Taba.

Setelah melakukan orasi di depan Mapolres Enrekang dan selesai menyerahkan laporan di Polres Enrekang, para rekawan melanjutkan  pawai keliling sambil orasi lewat depan kantor Bupati Enrekang, KPUD dan Panwaslu. (Wildan)

Komentar

News Feed